MALUKU — Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan filosofi desain yang berani: layar utama berasio 4:3 dan cover screen 5,5 inci yang cenderung lebar. Bentuk ini langsung terasa berbeda dari ponsel flagship lain yang umumnya memanjang dengan rasio 19,5:9 atau 20:9. Perlu waktu untuk membiasakan diri, dan setelah itu barulah keunggulannya terasa.
Unit yang diuji adalah varian dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB. Fokus pengujian kali ini adalah pengalaman harian menggunakan kedua layar, bukan performa mentah atau kemampuan AI yang sudah dibahas pada artikel terpisah.
Kesan pertama saat menggenggam Z Fold8 adalah bodinya yang pendek dan lebar. Cover screen-nya sendiri beresolusi 1.972 × 1.080 piksel dengan rasio 10:16. Konsekuensinya langsung terasa: ikon aplikasi tampak besar dan jumlah konten yang bisa dilihat secara vertikal lebih sedikit.
Untuk aktivitas sederhana seperti membalas WhatsApp, mengecek email, atau membaca Chrome, layar ini justru nyaman. Bidang yang lebar membuat teks dalam satu baris lebih panjang dan tombol keyboard tidak berdempetan. Komprominya, kamu harus lebih sering melakukan scroll, terutama saat keyboard muncul dan ruang baca menyempit.
Masalah baru muncul saat membuka TikTok atau Instagram Reels. Video vertikal 9:16 tidak bisa memenuhi layar, meninggalkan bar hitam di sisi kiri dan kanan. Elemen antarmuka seperti kolom komentar tetap terlihat rapi, tapi pengalaman menontonnya terasa seperti di dalam bingkai. Butuh beberapa hari untuk benar-benar tidak terganggu dengan hal ini.
Bermain Mobile Legends: Bang Bang di cover screen ternyata menyenangkan. Gameplay terlihat pas dan tombol kontrol tidak terlalu menutupi area pertarungan. Namun, pemain dengan jempol besar mungkin perlu adaptasi di layar 5,5 inci ini.
Sistem One UI 9 punya trik menarik: aplikasi yang terbuka di cover screen akan terbuka simultan saat layar utama dibuka. Khusus untuk Mobile Legends, game akan tampil lebih kecil dari ukuran layar sebenarnya. Sistem menawarkan tombol pop-up untuk menampilkan game secara penuh, tapi konsekuensinya game harus di-restart. Untuk sesi panjang, layar utama 7,6 inci tetap pilihan paling nyaman karena karakter, peta, dan tombol kontrol terlihat jauh lebih jelas.
Kelebihan utama rasio 4:3 di layar dalam terasa saat membaca artikel, membuka dokumen, atau mengedit foto dan video di aplikasi bawaan Samsung. Bidang layar yang luas memberi ruang kerja yang lega. Sayangnya, untuk menonton video, bar hitam di sisi atas dan bawah akan cukup besar karena konten 16:9 atau 21:9 tidak bisa mengisi penuh layar.
Di sektor kamera, Z Fold8 mengandalkan sensor utama dan ultrawide 50 MP. Perlu dicatat, tidak ada lensa telephoto khusus di perangkat ini. Untuk kebutuhan zoom, kamu akan mengandalkan cropping dari sensor utama yang resolusinya tinggi.
Galaxy Z Fold8 bukan untuk semua orang. Perangkat ini paling cocok untuk profesional yang memprioritaskan produktivitas dan multitasking di atas konsumsi media. Jika aktivitas harianmu didominasi membaca, mengetik, dan mengelola dokumen, rasio layar ini adalah keunggulan. Sebaliknya, jika kamu adalah pengguna berat TikTok atau suka menonton film di ponsel, bar hitam yang muncul akan cukup mengganggu dan pengalamanmu akan lebih baik di ponsel konvensional.