MALUKU — Insiden berawal ketika kapal yang ditumpangi enam warga tersebut dihantam kondisi angin dan gelombang buruk dalam perjalanan dari Muara Pantuan menuju Pulau Nubi, Kecamatan Anggana. Kapal terhempas, kemasukan air, dan akhirnya tenggelam di sekitar area sumur migas yang dikelola PHM.
Kejadian pertama kali diketahui awak kapal TB Paramount Fortune yang melintas di perairan dangkal Delta Mahakam sekitar pukul 17.45 WITA. Mereka melihat kapal tenggelam sekitar 3,2 kilometer dari daratan dan enam orang melambaikan tangan meminta tolong.
Informasi itu langsung diteruskan ke tim patroli keamanan PHM dari Fasilitas South Processing Unit (SPU). Tim bergerak menggunakan armada ST Ruhen 28 menuju lokasi kejadian dan berhasil mengevakuasi seluruh korban dalam waktu kurang dari satu jam.
Setelah dievakuasi, keenam awak kapal dibawa ke tempat aman untuk beristirahat dan mendapatkan penanganan lanjutan. PHM juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan kebutuhan para korban terpenuhi hingga proses kepulangan mereka berjalan lancar.
General Manager PHM Muzwir Wiratama mengapresiasi respons cepat tim patroli dan bersyukur seluruh awak kapal selamat. Menurutnya, tindakan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menempatkan keselamatan manusia sebagai prioritas utama.
"Bagi kami, melihat enam saudara kita berhasil diselamatkan dan dapat segera kembali berkumpul dengan keluarganya merupakan kebahagiaan tersendiri. Sebagai warga masyarakat yang baik, PHM senantiasa berupaya untuk memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, terlebih lagi pada saat kondisi darurat seperti ini," ujar Wira, sapaan akrabnya.
Ia menegaskan kepedulian terhadap keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar merupakan bagian dari komitmen PHM dalam menjalankan kegiatan hulu migas yang selamat, andal, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
"Keselamatan dan kemanusiaan menjadi hal yang utama. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan di sekitar wilayah operasi, kami akan berupaya memberikan respons terbaik sesuai kemampuan dan prosedur yang kami miliki," pungkasnya.
PHM berkomitmen terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan keenam awak kapal mendapatkan pendampingan penuh hingga mereka kembali berkumpul bersama keluarga masing-masing.