Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan melakukan rotasi dan promosi besar-besaran dengan melantik lebih dari 290 pejabat di lingkungan dinasnya. Pelantikan yang dijadwalkan berlangsung setelah perayaan HUT ke-451 Kota Ambon ini menjadi bagian dari penataan birokrasi yang ditegaskan Wali Kota Bodewin M. Wattimena. Momen ini sekaligus menjadi pengingat bagi aparatur untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik, bukan sekadar mengejar target serapan anggaran.
AMBON — Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena memastikan proses pelantikan lebih dari 290 pejabat akan digelar setelah puncak peringatan HUT ke-451 Kota Ambon. Ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Ambon disebut tengah menanti kepastian posisi dalam agenda mutasi massal tersebut.
Kebijakan ini dikonfirmasi langsung oleh Bodewin di Ambon pada Jumat (4/9). Ia menegaskan bahwa perombakan besar-besaran ini merupakan langkah strategis untuk mengisi berbagai jabatan tertentu yang selama ini kosong atau dijabat oleh pelaksana tugas (plt).
Di tengah proses persiapan pelantikan, Bodewin memberikan pesan tegas kepada seluruh jajarannya. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pejabat tidak diukur dari kemampuannya menghabiskan anggaran, melainkan dari dampak nyata program terhadap masyarakat.
"Jangan hanya mengejar serapan anggaran, tetapi pastikan anggaran yang digunakan bermanfaat bagi warga Kota Ambon," ujar Bodewin dalam pernyataannya.
Instruksi ini menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi kinerja pejabat ke depan akan lebih berfokus pada kualitas layanan publik dan penyelesaian masalah warga di lapangan, bukan sekadar administrasi keuangan semata.
Pelantikan massal ini dinilai sebagai bagian penting dari penguatan tata kelola pemerintahan di ibu kota Provinsi Maluku tersebut. Selain melakukan pengisian jabatan, Pemkot Ambon juga tengah berfokus pada peningkatan kompetensi aparatur melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan.
Beberapa pelatihan yang tengah digencarkan meliputi pelatihan kepemimpinan serta pelatihan dasar bagi calon aparatur sipil negara (CASN). Langkah ini diambil untuk memastikan birokrasi tidak hanya pandai membuat perencanaan, tetapi juga sigap dalam menangani persoalan yang dihadapi warga secara langsung.
Dengan jumlah kursi yang dilantik mencapai lebih dari 290 posisi, momen ini menjadi salah satu agenda mutasi terbesar dalam periode kepemimpinan Bodewin. Proses ini dijadwalkan berlangsung setelah rangkaian acara HUT Kota Ambon yang jatuh pada bulan September.
Para pejabat yang dilantik nantinya akan langsung menghadapi pekerjaan rumah besar, terutama dalam memastikan program pembangunan berjalan optimal dan berorientasi pada kepentingan publik. Publik Ambon pun menaruh harapan besar agar komposisi pejabat anyar ini mampu membawa perubahan nyata dalam pelayanan administrasi dan pembangunan di tingkat kecamatan hingga kelurahan.