Telkom Hitung Cut Loss Rp 17 T dari Perampingan, Target Laba Naik 30%

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 14 September 2026 | 08:05:31 WIB
Telkom menargetkan penyederhanaan struktur usaha dari 68 entitas menjadi 19 entitas hingga akhir 2026.

MALUKU — Angka Rp 17 triliun itu bukan nominal kecil. Nilainya setara dengan sekitar 8% kapitalisasi pasar Telkom saat ini. Tapi manajemen dan pemegang saham negara melihatnya sebagai ongkos yang harus dibayar untuk merapikan struktur yang dianggap terlalu gemuk.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan keyakinannya bahwa perampingan ini akan berbuah manis. Proyeksi laba naik 30% disampaikannya melalui akun Instagram resmi @bumn_id, Senin (14/9).

"Saya yakin kalau ini selesai, laba Telkom paling tidak naik 30%," kata Dony.

Dari 68 Entitas Jadi 19, Rampung Akhir 2026

Telkom menargetkan penyederhanaan struktur usaha dari 68 entitas menjadi 19 entitas. Proses ini ditargetkan rampung pada akhir 2026. Arah transformasinya jelas: memperkuat posisi perseroan sebagai strategic holding yang fokus pada konektivitas dan infrastruktur digital.

Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menyebut proses streamlining akan menyasar sejumlah anak usaha, terutama yang berada di bawah segmen Business-to-Business Information and Communication Technology (B2B ICT).

"Di bawah B2B ICT juga sekarang yang nantinya juga akan kena streamline," kata Dian.

Beberapa anak usaha yang akan terdampak antara lain PT PINS Indonesia, Telkomsigma, dan PT Infomedia Nusantara. Ketiganya punya lini bisnis berbeda: Telkomsigma di layanan teknologi informasi dan komputasi awan, PINS Indonesia di perangkat dan solusi TIK termasuk IoT, sementara Infomedia Nusantara bergerak di alih daya proses bisnis atau BPO dengan fokus layanan customer experience.

Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom menargetkan arus kas lebih sehat dan struktur biaya lebih efisien. Penyederhanaan ini juga diharapkan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Data Center Batam Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Di sisi lain, Telkom terus menggenjot bisnis pusat data. Perseroan membangun fasilitas baru di Batam dengan kapasitas awal 6 megawatt (MW) yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026.

Direktur Enterprise and Business Service Telkom Indonesia, Veranita Yosephine, menyatakan perseroan menyiapkan ekspansi lanjutan. Kapasitas data center Batam ditargetkan meningkat tiga kali lipat menjadi 18 MW pada tahun depan.

"Selain pertumbuhan organik, kami juga terus mengevaluasi peluang strategic partnership untuk mempercepat pertumbuhan sekaligus membuka nilai dari platform data center Telkom Group," kata Veranita dalam paparan publik Telkom 2026, Senin (7/9).

Permintaan terhadap fasilitas hyperscale data center Telkom masih kuat. Data center di Cikarang, Jawa Barat, memiliki kapasitas efektif 15,5 MW dengan tingkat okupansi 96%. Fasilitas tersebut telah terserap penuh atau fully leased, termasuk kapasitas yang masih dalam tahap pengembangan. Sementara data center Telkom di Singapura mencatatkan okupansi sekitar 90% sebesar 17,4 MW.

Pada proyek Cikarang tahap pertama, total kapasitas ditargetkan mencapai 21,5 MW. Pengembangan tahap kedua direncanakan dimulai pada 2027.

PT Telkom Data Ekosistem membukukan pendapatan Rp 867 miliar pada semester pertama 2026, tumbuh 11% secara tahunan dan 17% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Yang Perlu Dicermati Investor

Dua agenda besar ini jalan beriringan. Perampingan menyasar efisiensi dan perbaikan margin, sementara data center menjadi motor pertumbuhan baru. Kombinasi keduanya menentukan apakah proyeksi laba naik 30% realistis atau sekadar optimisme jangka pendek.

Risiko utamanya ada pada eksekusi. Proses perampingan 68 entitas jadi 19 bukan pekerjaan sederhana, dan cut loss Rp 17 triliun akan membebani kinerja keuangan jangka pendek. Pasar biasanya memberi respons berbeda pada fase pengumuman versus fase realisasi.

Dari sisi valuasi, TLKM masih diperdagangkan dengan yield dividen yang menarik bagi investor jangka panjang. Namun proyeksi pertumbuhan laba perlu dibuktikan lewat laporan keuangan kuartalan. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top