MALUKU — Prototipe BMW M3 EV generasi berikutnya tertangkap kamera sedang digeber di Nürburgring, dan momen paling menarik justru kehadiran Xiaomi SU7 Ultra yang menempel ketat di belakangnya. BMW menegaskan pendekatan M3 EV bakal berbeda dari sedan listrik China lain, dengan fokus pada handling dan kontrol tenaga ketimbang sekadar angka tenaga besar.
BMW M3 bersiap masuk era baru. Generasi penerus model performa tinggi ini dipastikan juga hadir dalam versi listrik sepenuhnya, dan prototipe M3 EV sudah mulai diuji di lintasan Nordschleife, Nürburgring, Jerman.
Yang bikin sesi pengujian itu ramai dibicarakan bukan cuma aksi mobilnya. Sebuah Xiaomi SU7 Ultra berwarna kuning terlihat berada hanya beberapa panjang mobil di belakang prototipe M3 EV yang masih dibalut stiker kamuflase.
Dalam rekaman sesi tes tersebut, prototipe M3 EV dikemudikan cukup agresif. Saat keluar dari tikungan, mobil meninggalkan dua jejak ban jelas di permukaan lintasan—indikasi drift yang masih dalam kendali pengemudi.
Momen ini terjadi ketika BMW sedang menguji kemampuan dinamis prototipe. Kehadiran SU7 Ultra di belakangnya membuat sesi tersebut terlihat seperti balapan tidak resmi antara dua sedan listrik berperforma tinggi.
Xiaomi SU7 Ultra bukan lawan main sembarangan. Sedan listrik ini menghasilkan tenaga 1.547 PS (1.526 hp) dengan daya maksimum 1.138 kW.
Versi produksinya pernah mencatatkan waktu 7 menit 4,96 detik di Nürburgring pada 2025. Catatan itu belakangan terlewati oleh beberapa model lain, termasuk Porsche Taycan Turbo GT dengan Manthey Kit dan Yangwang U9 Extreme.
Sampai sekarang BMW masih bungkam soal output tenaga resmi M3 EV versi produksi. Namun arah pengembangan BMW M cukup jelas: model ini tidak dibangun untuk sekadar mengejar angka tenaga besar.
Pendekatan yang dipakai BMW M menempatkan pengendalian, kelincahan, dan kontrol penyaluran tenaga sebagai prioritas. Ini yang disebut BMW sebagai pembeda utama dari sedan listrik China yang lebih dulu menggebrak pasar dengan tenaga ekstrem.
Nürburgring jadi ajang pembuktian bagi pabrikan yang ingin menunjukkan kredibilitas performa, bukan cuma angka di atas kertas. Kehadiran SU7 Ultra di sesi tes BMW menegaskan satu hal: persaingan sedan listrik performa tinggi kini melibatkan pemain lama dan pendatang baru dari China.
Bagi BMW, tantangannya bukan sekadar membuat M3 EV cepat. Model ini harus membuktikan bahwa warisan karakter M—yang dikenal lewat keseimbangan sasis dan feel kemudi—tetap terasa meski penggeraknya sudah listrik sepenuhnya.
Belum ada informasi resmi soal waktu peluncuran maupun spesifikasi lengkap M3 EV. Yang jelas, uji coba di Nürburgring ini jadi sinyal bahwa BMW tidak ingin sekadar ikut ramai di segmen EV performa, tapi ingin tetap jadi acuan soal handling.