AMBON — Kemarau panjang yang melanda Kota Ambon meningkatkan risiko kebakaran lahan dan memperparah kabut asap di sejumlah titik. Walikota Bodewin M. Wattimena meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan maupun tindakan lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurut Wattimena, tingginya frekuensi kejadian kebakaran membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh warga, bukan hanya pemerintah.
Data yang disampaikan Wattimena mencatat 34 kejadian kebakaran di beberapa titik Kota Ambon dalam kurun 21 September hingga 10 Oktober 2026. Angka itu menunjukkan intensitas kejadian yang dinilainya luar biasa.
"Frekuensi kejadian kebakaran di kota ini sangat luar biasa. Terhitung dari 21 September sampai dengan 10 Oktober terdapat 34 kejadian di beberapa titik," ujarnya.
Kemarau panjang yang berkaitan dengan fenomena El Niño, yakni pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di atas kondisi normal, turut meningkatkan risiko kebakaran lahan di wilayah tersebut.
Wattimena menekankan kelompok rentan perlu mendapat perhatian lebih di tengah kondisi udara yang memburuk. Anak-anak dan orang tua diminta memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Kabut asap semakin tebal, mari anak-anak dan orang tua memakai masker, harus menjaga kesehatan," kata Wattimena saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Ambon.
Ia juga meminta masyarakat bersama pemerintah menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang dapat merugikan orang lain.
Dalam apel pagi tersebut, Pemerintah Kota Ambon menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran dan pohon tumbang. Nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp15 juta per kepala keluarga.
Bantuan tanggap darurat bagi warga terdampak sebelumnya telah disalurkan melalui Dinas Sosial. Penyaluran dilakukan bertahap menyesuaikan kebutuhan warga di lapangan.
Wattimena menegaskan penanganan dampak kemarau panjang dan kebakaran tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan masyarakat dan kerja sama berbagai pihak diperlukan agar situasi tersebut dapat ditangani dengan baik.
"Mari kita saling menopang untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik, untuk melewati permasalahan ini secara bersama agar bisa melewati masa krisis kemarau berkepanjangan ini dengan baik," katanya.
Pemerintah mengharapkan masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau, tidak melakukan pembakaran lahan, serta memperhatikan kesehatan di tengah kondisi kabut asap.