Ambon — Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menekankan pentingnya transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi industri dalam acara wisuda Politeknik Negeri Ambon, Jumat. Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 519 wisudawan Program Diploma Tiga dan Sarjana Terapan dikukuhkan sebagai lulusan yang diharapkan siap berkontribusi bagi pembangunan wilayah.
Hilirisasi sebagai Solusi Ketergantungan Bahan Mentah
Vanath mengungkapkan bahwa selama ini perekonomian Maluku masih bergantung pada ekspor bahan mentah, kondisi yang menyebabkan rendahnya nilai tambah dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, hilirisasi industri menjadi kunci penting untuk mengubah situasi tersebut.
"Maluku tidak boleh lagi hanya menjual bahan mentah. Kita harus mampu mengolah komoditas unggulan seperti kelapa dan pala menjadi produk turunan melalui industri lokal," kata Vanath dalam kuliah umum tersebut. Dengan hilirisasi, produk lokal dapat diolah menjadi barang jadi atau setengah jadi, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Vanath menjelaskan bahwa pembangunan pabrik pengolahan di daerah akan menyerap tenaga kerja lokal, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap pihak luar.
Penguatan Ketahanan Energi dan Sumber Daya Kelautan
Selain hilirisasi, Vanath juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan energi. Mengingat Maluku merupakan wilayah kepulauan dengan sekitar 93 persen wilayahnya adalah laut, pemerintah daerah mendorong lulusan untuk menguasai teknologi energi terbarukan serta pengelolaan sumber daya kelautan.
Pemerintah daerah juga terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada wilayah kepulauan, termasuk mendorong Rancangan Undang-Undang Provinsi Kepulauan yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR RI.
Peluang Kerja dan Adaptasi Teknologi
Dalam kesempatan tersebut, Vanath menyampaikan bahwa pemerintah daerah berupaya memastikan keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek strategis nasional seperti Blok Masela, agar lulusan perguruan tinggi di Maluku memiliki peluang kerja yang lebih besar.
Vanath juga mengingatkan para wisudawan agar terus adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk potensi otomatisasi dan robotik yang diproyeksikan akan mengubah dunia industri pada masa depan. Kesuksesan, menurut Vanath, bukan hanya milik mereka yang berprestasi akademik tinggi, melainkan mereka yang konsisten dan teguh mengejar impian.
Dengan komitmen terhadap hilirisasi industri, pengembangan energi terbarukan, dan pemanfaatan sumber daya kelautan, Maluku diharapkan dapat membangun ekonomi yang lebih mandiri dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan bagi generasi muda daerah.