BURU SELATAN — Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 tiba di Desa Waekatin, Kecamatan Fenafafan, Kabupaten Buru Selatan, setelah menempuh perjalanan darat selama tiga jam dari Pelabuhan Laut Tifu. Kehadiran tim yang didukung TNI Angkatan Laut ini bertujuan untuk memastikan kedaulatan Rupiah sekaligus memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Penanganan ISPA hingga Penyakit Kulit bagi 67 Warga Waekatin
Tim kesehatan dari Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX memberikan pelayanan medis langsung kepada masyarakat setempat. Sebanyak 67 warga tercatat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis ini untuk berbagai keluhan kesehatan yang selama ini sulit tertangani akibat jarak ke pusat layanan medis.
Lettu Laut (K/W) dr. Gina Melawati Agustina yang memimpin tim kesehatan menyatakan bahwa warga mengeluhkan beragam penyakit. Mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asam lambung, gangguan pencernaan, hingga penyakit kulit dan sakit kepala kronis.
Layanan ini menjadi krusial mengingat Desa Waekatin merupakan salah satu titik dengan akses geografis yang menantang di Maluku. Pasokan obat-obatan dan pemeriksaan fisik diberikan secara cuma-cuma sebagai bagian dari misi sosial dalam rangkaian ERB 2026.
Edukasi Cinta Rupiah dan Penukaran Uang Lusuh di Perbatasan
Selain aspek kesehatan, Bank Indonesia menjalankan fungsi utamanya dalam menjaga kualitas uang beredar. Warga Waekatin memanfaatkan kesempatan ini untuk menukarkan uang lusuh atau tidak layak edar milik mereka, mengingat akses perbankan di wilayah Fenafafan masih sangat terbatas.
BI juga menggelar sosialisasi program "Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah". Edukasi ini menekankan pada cara merawat fisik uang serta pemahaman mengenai peran Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara yang harus dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pelosok Buru Selatan.
Sinergi TNI AL dan Bank Indonesia Jangkau Wilayah Terpencil
Sekretaris Desa Waekatin, Samuel Seleky, mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh BI dan TNI AL. Menurutnya, kehadiran KRI Dorang-874 dan tim ekspedisi sangat membantu meringankan beban warga, baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan.
"Kehadiran TNI AL dan Bank Indonesia sangat membantu masyarakat, terutama dalam layanan kesehatan dan penukaran uang yang selama ini sulit dijangkau," ujar Samuel Seleky.
Kegiatan di Pulau Buru ini merupakan titik kelima dari seluruh rangkaian misi ERB di Provinsi Maluku tahun ini. Setelah merampungkan agenda di Waekatin, KRI Dorang-874 segera melanjutkan pelayaran menuju titik berikutnya di Pulau Manipa untuk misi serupa.