Pencarian

Hasil Campus League Jogja: SCU Putri dan UKSW Putra Sabet Gelar Juara

Jumat, 08 Mei 2026 • 05:04:01 WIB
Hasil Campus League Jogja: SCU Putri dan UKSW Putra Sabet Gelar Juara
SCU Putri tampil dominan meraih gelar juara Campus League Jogja 2026 Regional Season 1.

Soegijapranata Catholic University (SCU) dan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) resmi keluar sebagai pemenang Campus League 2026 Regional Jogja Season 1 pada Kamis (7/5). Dominasi SCU di sektor putri serta kemenangan tipis UKSW di kategori putra mengunci rangkaian kompetisi yang digelar di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Sleman.

Partai final Regional Jogja Season 1 menyajikan dua laga dengan tensi yang berbeda. Pada sektor putri, Soegijapranata Catholic University (SCU) tampil dominan sejak kuarter awal untuk mengunci status juara. Mereka mengakhiri perlawanan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan skor telak 63-31.

Persaingan lebih sengit terjadi di kategori putra. UKSW berhasil membalas kegagalan tim putrinya dengan mengamankan podium tertinggi. Menghadapi Universitas Semarang (USM), UKSW harus bekerja keras sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan keunggulan tipis 60-54. Hasil ini memastikan trofi juara Regional Jogja mendarat di Salatiga.

Ambisi Poros Baru Pembinaan Atlet Mahasiswa

Selain penyerahan piala, ajang ini menjadi momentum penting bagi keberlanjutan olahraga kampus di Indonesia. CEO Campus League, Ryan Gozali, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D. Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan ekosistem olahraga yang lebih profesional bagi mahasiswa.

"Penandatanganan kerja sama ini akan bertahap. Secara general ini menjadi payung kerja sama bagi UII untuk membuat tim-tim olahraga atas nama almamater. Pada tahap yang advanced, kita berharap UII bisa berekspansi membuat stadion dengan standar dari Campus League," kata Ryan Gozali dalam keterangan persnya.

Ryan menegaskan bahwa format kompetisi mahasiswa di masa depan tidak boleh lagi sekadar turnamen singkat. Ia menargetkan transformasi format pertandingan menjadi sistem home and away. Perubahan ini menuntut setiap kampus memiliki fasilitas olahraga yang mumpuni untuk mendukung industri olahraga di level universitas.

Standarisasi Stadion dan Ekosistem Olahraga Kampus

Pembangunan stadion berstandar multi-cabang olahraga (cabor) menjadi fokus utama dalam kemitraan ini. Menurut Ryan, Yogyakarta memiliki potensi besar karena statusnya sebagai kota pelajar dengan animo olahraga yang tinggi. Kehadiran infrastruktur yang layak dianggap sebagai syarat mutlak untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet dari kalangan mahasiswa.

"Karena kami ingin membuat poros baru pembinaan di level mahasiswa, kompetisi harus berubah dari format series ke dalam format home and away yang sangat membutuhkan kehadiran stadion berstandar multi-cabor," ujar Ryan menambahkan.

Visi besar ini turut mendapat dukungan dari sektor industri. Polytron, selaku mitra pendukung utama, melihat kolaborasi ini sebagai langkah adaptif dalam mencetak generasi berprestasi. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menekankan pentingnya keseimbangan antara pencapaian akademik dan non-akademik bagi mahasiswa.

"Masa depan adalah milik bagi mereka yang adaptif terhadap perubahan zaman. Nilai-nilai adaptif ini yang kami harap juga bisa membuat mahasiswa berkembang dan berprestasi, tidak hanya akademik melainkan di dunia olahraga," ungkap Tekno Wibowo.

Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks