AMBON — Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mematok target tinggi bagi kepengurusan PASI Maluku untuk membangkitkan kembali prestasi atletik di kancah nasional. Fokus utama saat ini diarahkan pada persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang.
Ketua Bidang Organisasi PB PASI, Umar Yono, menyatakan bahwa kunci kebangkitan atletik daerah terletak pada profesionalitas tata kelola organisasi. Hal tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) PASI Maluku di Kota Ambon, Sabtu (9/5/2026).
“PASI Maluku harus ukir prestasi di PON 2028, loloskan sebanyak mungkin atlet atletik pada babak kualifikasi di Januari 2027 ini, agar di 2028 PASI Maluku bisa kembali bangkit,” kata Umar Yono saat memberikan sambutan.
Strategi Peningkatan Prestasi dan Dukungan Anggaran
Umar menekankan dua faktor krusial yang menentukan keberhasilan organisasi olahraga di daerah. Pertama adalah struktur pengurus yang solid dan tidak terjebak dalam program kerja yang terlalu muluk, melainkan fokus pada hasil konkret di lapangan.
Faktor kedua yang tidak kalah penting adalah dukungan pendanaan dari Pemerintah Daerah (Pemda). Umar mengingatkan bahwa atletik merupakan cabang olahraga murni prestasi yang memerlukan intervensi anggaran negara secara konsisten untuk pembinaan atlet.
Menurutnya, momentum pemilihan ketua baru dalam Musprov ini harus dimanfaatkan untuk menyusun rencana kerja yang realistis. Prioritas utama adalah memastikan atlet-atlet Maluku mampu menembus limit kualifikasi yang akan dimulai pada awal tahun depan.
KONI Maluku Akui Terjadi Degradasi Prestasi
Ketua KONI Provinsi Maluku, M.A.S Latuconsina, mengakui bahwa saat ini performa cabang olahraga atletik di wilayahnya sedang tidak ideal. Ia menyebut kondisi ini sebagai sinyal peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Maluku.
Penurunan prestasi ini disebut tidak hanya terjadi pada cabang atletik, namun juga melanda hampir semua cabang olahraga unggulan daerah. Latuconsina berharap Musprov PASI kali ini menghasilkan pemimpin yang memiliki komitmen kerja keras.
“Saya berharap, musyawarah hari ini melahirkan kepengurusan yang baik, komitmen dan mau bekerja keras membangkitkan olahraga Maluku, khususnya untuk cabang olahraga atletik,” jelas Latuconsina.
Mengejar Kembali Rekor Nasional Alex Resmol
Dalam forum tersebut, PB PASI juga mengingatkan kembali sejarah emas atletik Maluku yang pernah mendominasi panggung internasional. Salah satu capaian fenomenal yang hingga kini belum terpecahkan adalah rekor nasional di nomor lari 800 meter.
Rekor tersebut dicetak oleh pelari legendaris asal Maluku, Alex Resmol, saat berlaga di Chiang Mai, Thailand, pada tahun 1995 silam. PB PASI berharap catatan sejarah ini menjadi motivasi bagi pengurus baru untuk melahirkan bibit-bibit pelari baru yang tangguh.
“PASI pernah punya atlet atletik yang mencatat rekor nasional di nomor lari 800 meter, yaitu Alex Resmol. Rekor itu diukir di Chiang Mai, Thailand tahun 1995. Sampai sekarang rekor itu belum terpecahkan. Kami berharap PASI Maluku kembali berjaya di kanca nasional, bahkan di internasional,” pungkas Umar Yono.