TERNATE — Tim SAR gabungan mengevakuasi satu jenazah korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara. Jasad warga negara Indonesia berinisial E tersebut ditemukan hanya 50 meter dari bibir kawah. Operasi pencarian berlangsung dramatis di tengah aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.
Medan Berat Tertimbun Pasir Vulkanik
Material pasir vulkanik dengan ketebalan bervariasi kini menyelimuti seluruh area pencarian. Kondisi ini menyulitkan pergerakan personel yang harus berpacu dengan ancaman erupsi susulan. Petugas di lapangan melaporkan tantangan berat akibat medan yang tidak stabil dan berisiko tinggi.
Meski terkendala medan, tim berhasil membawa jenazah korban keluar dari zona maut. Keberhasilan ini menjadi pijakan untuk memperluas area penyisiran pada radius yang lebih aman. Fokus utama kini beralih pada upaya pencarian dua warga lain yang dilaporkan hilang saat erupsi terjadi.
GPS Tandai Dua Titik Mencurigakan
Tim SAR telah mengidentifikasi dua titik tumpukan material yang mencurigakan di sekitar kawah. Titik-titik tersebut diduga kuat menjadi lokasi keberadaan dua korban lainnya. Petugas segera menandai koordinat GPS untuk mengunci lokasi sasaran guna efektivitas operasi.
Operasi lanjutan dijadwalkan kembali pada Minggu (10/5/2026) pagi. Fokus pencarian akan dipusatkan sepenuhnya pada dua titik koordinat tersebut. Namun, pelaksanaan teknis tetap bergantung pada kondisi cuaca dan rekomendasi dari pos pengamatan gunung api.
Gubernur Sherly Tjoanda Minta Warga Waspada
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Pemerintah daerah memastikan dukungan penuh bagi seluruh operasi kemanusiaan yang sedang berlangsung di Halmahera Utara. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah ini.
"Saya turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Sherly. Ia juga mengapresiasi dedikasi personel TNI-Polri, BPBD, Basarnas, hingga relawan yang bertaruh nyawa di zona risiko.
Sherly menegaskan agar masyarakat dan wisatawan mematuhi larangan aktivitas di kawasan rawan Gunung Dukono. Sikap disiplin sangat diperlukan untuk menghindari jatuhnya korban jiwa tambahan. Hingga kini, status gunung api tersebut masih dipantau ketat oleh otoritas terkait demi keamanan warga lereng gunung.