MASOHI — PT WLI Site Pasahari berencana menambah kebutuhan daya listrik dari 3 megawatt (MW) menjadi 5 MW. Ekspansi ini sejalan dengan pembangunan cold storage dan pabrik pengolahan di kawasan industri Kabupaten Maluku Tengah.
Rencana itu terungkap dalam kunjungan General Manager PLN UIW MMU, Noer Soeratmoko, ke site PT WLI pada Selasa (19/5/2026). Langkah ini merupakan bagian dari upaya PLN memastikan keandalan pasokan listrik bagi pengembangan industri di Pulau Seram.
Komitmen PLN untuk Pertumbuhan Industri
Noer Soeratmoko menegaskan kesiapan PLN mendukung kebutuhan kelistrikan sektor industri. “PLN berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan sektor industri di Maluku,” ujarnya.
Menurut Noer, pengembangan industri seperti yang dilakukan PT WLI adalah potensi besar yang perlu didukung. “Kami melihat pengembangan industri seperti yang dilakukan PT WLI menjadi potensi besar yang perlu didukung bersama melalui kolaborasi dan komunikasi yang kuat antara PLN dan pelanggan,” tambahnya.
Apresiasi Pelaku Industri atas Sinergi PLN
Pimpinan PT WLI, Jason Ong, mengapresiasi respons cepat PLN dalam mendukung operasional industrinya. Ia menekankan pentingnya ketersediaan listrik yang andal untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin baik dengan PLN dapat terus diperkuat, terutama dalam mendukung rencana pengembangan usaha kami ke depan. Ketersediaan pasokan listrik yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi dan pembangunan fasilitas industri di Site Pasahari,” ungkap Jason Ong.
Dampak bagi Ekonomi Maluku Tengah
Kunjungan ini bukan sekadar meninjau operasional, melainkan juga forum diskusi teknis antara PLN dan PT WLI. Kedua pihak membahas kebutuhan kelistrikan secara spesifik seiring rencana pengembangan usaha perusahaan.
Proyeksi kenaikan daya dari 3 MW ke 5 MW menjadi peluang strategis bagi PLN. Pertumbuhan sektor ekonomi produktif di Maluku Tengah sangat bergantung pada keandalan sistem kelistrikan. Cold storage dan pabrik pengolahan yang direncanakan akan menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan nilai tambah hasil produksi daerah.
PLN berharap hubungan komunikasi dan koordinasi dengan PT WLI semakin erat. Dengan demikian, pengembangan industri di Pulau Seram dapat berjalan optimal tanpa hambatan pasokan listrik.