AMBON — Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memulai pembangunan gedung kuliah terpadu yang ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan. Proyek ini diyakini bakal mengurai kepadatan ruang kelas yang selama ini dikeluhkan mahasiswa dan dosen.
Gedung baru ini akan menampung hingga 1.500 mahasiswa dari berbagai jurusan. Selama ini, perkuliahan sering terpaksa digelar bergantian karena jumlah ruang kelas tak sebanding dengan total mahasiswa aktif yang mencapai 4.000 orang.
Berapa Anggaran dan Sumber Dana Pembangunan?
Pembangunan gedung kuliah terpadu ini menggunakan skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara. Nilai proyek tidak disebutkan secara rinci, namun termasuk dalam paket pengembangan infrastruktur pendidikan vokasi tahap II di kawasan Indonesia Timur.
Lahan yang disiapkan berada di kampus utama Polnam, Passo, Kecamatan Baguala. Pekerjaan konstruksi fisik dimulai setelah proses groundbreaking yang digelar pekan lalu.
Apa Saja Fasilitas di Dalam Gedung Baru?
Gedung kuliah terpadu ini dirancang dengan konsep multifungsi. Selain ruang kelas standar, tersedia laboratorium terpadu, ruang dosen, dan aula pertemuan yang bisa digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan.
Menurut pihak Polnam, desain gedung mengakomodasi kebutuhan pembelajaran vokasi yang lebih banyak praktik ketimbang teori. Setiap lantai akan dilengkapi akses internet berkecepatan tinggi dan instalasi listrik yang memadai untuk peralatan bengkel kerja.
Mengapa Pendidikan Vokasi di Maluku Butuh Perhatian Khusus?
Maluku selama ini menghadapi kesenjangan akses pendidikan tinggi vokasi dibandingkan Pulau Jawa. Banyak lulusan SMA di Maluku memilih merantau ke Makassar atau Surabaya karena minimnya politeknik dengan akreditasi baik di kampung halaman.
Polnam merupakan satu-satunya politeknik negeri di Provinsi Maluku. Dengan tambahan gedung baru, kapasitas penerimaan mahasiswa baru diharapkan naik 30 persen mulai tahun ajaran 2026/2027.
Apa Kata Pihak Kampus?
Direktur Polnam menyebut proyek ini sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak. "Selama ini kami hanya punya empat gedung utama untuk delapan program studi. Praktikum mahasiswa teknik mesin dan listrik sering terhambat karena ruang bengkel yang sempit," ujarnya saat seremoni peletakan batu pertama.
Pihaknya juga memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan normal selama konstruksi. Area pembangunan sudah dipagari dan jalur akses mahasiswa dialihkan sementara ke sisi barat kampus.
Kapan Gedung Ini Siap Digunakan?
Target penyelesaian proyek adalah akhir 2026. Jika sesuai jadwal, gedung ini bisa mulai difungsikan pada semester ganjil tahun ajaran 2027.
Pemerintah Provinsi Maluku menyambut baik proyek ini. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku menilai, investasi di pendidikan vokasi akan berdampak langsung pada penurunan angka pengangguran lulusan SMA di daerah.