AMBON — BKHIT Maluku memastikan setiap tahapan operasional produk tuna berjalan sesuai standar keamanan pangan dan biosekuriti. Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan mengatakan pengawasan konsisten diperlukan agar produk perikanan unggulan daerah itu mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Fokus Pengawasan: Frozen Tuna hingga Fresh Tuna
Kegiatan surveilan yang dilaksanakan oleh Inspektur Karantina menyasar produk Frozen Tuna dan Fresh Tuna. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penerapan standar keamanan pangan, sistem biosekuriti, serta pencegahan masuk dan tersebarnya Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK).
“Melalui pengawasan yang konsisten, kami memastikan setiap tahapan operasional berjalan sesuai standar sehingga produk frozen tuna dan fresh tuna yang dipasarkan memiliki mutu terbaik,” kata Willy di Ambon, Selasa.
Pemeriksaan Menyeluruh dari Bahan Baku hingga Distribusi
Tim Inspektur Karantina melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas instalasi, sistem manajemen mutu, dokumen pendukung, serta standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan perusahaan. Evaluasi mencakup seluruh aspek operasional mulai dari penerimaan bahan baku, proses penanganan, penyimpanan, hingga distribusi produk.
Menurut Willy, penerapan CKIB tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengendalian penyakit ikan, tetapi juga menjadi jaminan kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan sebelum dipasarkan maupun diekspor.
Nilai Ekspor Perikanan Maluku Tembus 54,30 Juta Dolar AS
Data perikanan menunjukkan total nilai ekspor perikanan Provinsi Maluku pada 2025 mencapai 54,30 juta dolar AS, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 44,79 juta dolar AS. Komoditas tuna, terutama Frozen Yellowfin Tuna Loin, fillet, dan produk olahan lainnya, menjadi penyumbang devisa terbesar kedua setelah udang vanamei.
Negara tujuan utama ekspor tuna Maluku meliputi Amerika Serikat, China, Jepang, dan Vietnam. Peningkatan nilai ekspor ini menunjukkan pentingnya penguatan sistem karantina dan pengawasan mutu untuk menjaga kepercayaan pasar internasional.
Sinergi BKHIT dan Pelaku Usaha Perikanan
Willy menambahkan bahwa sinergi antara BKHIT Maluku dan pelaku usaha perikanan diharapkan dapat memperkuat sistem jaminan mutu hasil perikanan. Langkah ini juga bertujuan memperluas akses pasar ekspor serta meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi dan perolehan devisa negara.
“Kami terus mendorong penerapan standar karantina dan biosekuriti yang baik di setiap unit usaha perikanan. Dengan mutu yang terjaga, produk tuna Maluku akan semakin diterima pasar global dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujarnya.