Pencarian

Pemprov Maluku Dorong Pelaku Usaha Lokal Jadi Pemain Utama di Proyek Blok Masela, FGD Digelar Unpatti-Inpex

Kamis, 11 Juni 2026 • 20:31:01 WIB
Pemprov Maluku Dorong Pelaku Usaha Lokal Jadi Pemain Utama di Proyek Blok Masela, FGD Digelar Unpatti-Inpex
Gubernur Maluku dorong pelaku usaha lokal jadi bagian utama dalam Proyek Blok Masela.

AMBON — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku Kasrul Selang, menegaskan komitmen tersebut di hadapan peserta FGD. Kegiatan yang digelar di Swiss-Belhotel Ambon ini mengusung tema pengembangan ekosistem rantai pasok berbasis peningkatan kapasitas penyedia barang dan jasa untuk mendukung Proyek Abadi LNG.

Blok Masela Bukan Sekadar Proyek Energi

"Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa kehadiran Proyek Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku," ujar Gubernur dalam sambutannya.

Menurutnya, proyek tersebut memiliki nilai ekonomi dan geostrategis yang besar bagi Indonesia. Blok Masela dinilai mampu membuka peluang bagi Maluku untuk memperluas lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di daerah.

Pelaku Lokal Harus Siap Bersaing

FGD ini menjadi forum strategis untuk mematangkan kesiapan pelaku usaha lokal. Unpatti dan INPEX Masela Ltd sengaja menggandeng pemerintah provinsi agar pengembangan rantai pasok proyek benar-benar menyentuh pengusaha Maluku.

Pemerintah daerah mendorong agar pelaku UMKM dan penyedia barang jasa lokal tidak hanya menjadi penonton di proyek raksasa tersebut. Kapasitas mereka harus ditingkatkan agar mampu bersaing dan menjadi pemain utama dalam rantai pasok Proyek Abadi LNG.

Transformasi Ekonomi Maluku Dimulai

Blok Masela selama ini dikenal sebagai salah satu proyek strategis nasional di bidang energi. Namun, Gubernur menekankan bahwa dampaknya harus dirasakan langsung oleh warga Maluku, bukan sekadar berhenti di angka produksi migas.

Dengan adanya FGD ini, Pemprov Maluku berharap muncul peta jalan yang jelas tentang bagaimana pelaku lokal bisa terlibat. Mulai dari penyediaan barang, jasa konstruksi, hingga logistik pendukung proyek. Semua itu harus direncanakan sejak awal agar tidak didominasi pemain dari luar daerah.

Pemerintah provinsi berkomitmen memfasilitasi pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha lokal. Langkah ini diambil agar proyek bernilai triliunan rupiah itu benar-benar menjadi berkah bagi masyarakat Maluku dalam jangka panjang.

Bagikan
Sumber: porostimur.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks