JAILOLO — Gunung Ibu kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Berdasarkan data PVMBG yang dihimpun melalui aplikasi MAGMA Indonesia, dalam kurun waktu satu pekan terakhir gunung api yang terletak di Halmahera Barat itu telah mengalami 39 kali erupsi.
Letusan terbaru terjadi pada Jumat (12/6/2026) pukul 11.48 WIT. Kolom abu teramati setinggi 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat.
Rekaman Seismograf: Amplitudo 28 Milimeter dan Durasi 59 Detik
Erupsi tersebut terekam jelas di seismograf. PVMBG mencatat amplitudo maksimum mencapai 28 milimeter dengan durasi 59 detik. Selain erupsi utama, pada hari yang sama tercatat 91 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar 10–28 milimeter dan durasi 37–88 detik.
Radius Aman: 2 Kilometer dari Kawah, 3,5 Kilometer ke Sektor Utara
Saat ini Gunung Ibu masih berstatus Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar gunung dan para wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Imbauan ini diperkuat dengan perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara yang harus dihindari.
Belum ada laporan mengenai dampak langsung erupsi terhadap permukiman warga. Namun, PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan mengingatkan agar warga tetap waspada terhadap potensi bahaya abu vulkanik serta gempa vulkanik susulan.