MALUKU TENGAH — Warga pengguna kendaraan pribadi di Kabupaten Maluku Tengah harus merogoh kocek lebih dalam pada bulan lalu. BPS mencatat indeks harga konsumen (IHK) untuk kelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi naik ke level 114,95 pada Mei 2026, lebih tinggi dari posisi April yang sebesar 114,3.
Kenaikan 0,57% ini lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang hanya 0,37%. Artinya, dalam sebulan terakhir, harga bensin, solar, dan biaya perawatan kendaraan di SPBU dan bengkel di wilayah Maluku Tengah mengalami tekanan kenaikan.
Transportasi Sumbang Inflasi Tertinggi Keempat
Dari sebelas kelompok inflasi yang diukur BPS di kabupaten ini, sektor transportasi berada di urutan keempat sebagai penyumbang inflasi. Kontribusinya mencapai 0,36% terhadap total inflasi daerah.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, inflasi transportasi di Maluku Tengah sudah mencapai 1,22% secara tahunan (year on year/yoy). Sementara jika dihitung dari awal tahun, biaya transportasi warga sudah bertambah 0,84% (year to date/ytd).
Posisi Maluku Tengah di Peta Inflasi Nasional
Dari 150 kabupaten/kota yang disurvei BPS, inflasi subkelompok transportasi di Maluku Tengah menempati urutan ke-64. Angka ini masih di bawah rata-rata inflasi tertinggi nasional yang tercatat di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 6,57%.
Sementara itu, inflasi transportasi terendah justru terjadi di Kabupaten Jayawijaya dengan deflasi mencapai minus 1,42%. Artinya, biaya transportasi di sana justru turun dibanding bulan sebelumnya.
Daftar 10 Kabupaten dengan Inflasi Transportasi Tertinggi
Berikut sepuluh daerah dengan kenaikan biaya transportasi tertinggi pada Mei 2026 versi BPS:
- Kabupaten Halmahera Tengah: 6,57%
- Kabupaten Kampar: 4,55%
- Kabupaten Ketapang: 4,41%
- Kabupaten Sukamara: 3,58%
- Kabupaten Muara Enim: 2,64%
- Tanjung Selor: 2,56%
- Kabupaten Manokwari: 2,48%
- Kota Palangkaraya: 2,4%
- Kota Pontianak: 2,34%
- Maumere: 2,13%
Kenaikan biaya transportasi ini tentu berdampak langsung pada ongkos logistik dan harga barang kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional di Maluku Tengah. Jika tren ini berlanjut, daya beli masyarakat terutama di wilayah kepulauan bisa semakin tertekan.