AMBON — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengingatkan para lulusan Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) untuk tidak berpuas diri setelah menyandang gelar. Menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa wisuda di Gedung Christian Center, Ambon, Senin (15/6/2026), ia menyebut momentum itu sebagai gerbang awal, bukan garis akhir.
“Dunia luar menuntut lebih dari sekadar ijazah. Kalian adalah agen perubahan yang dinantikan kontribusinya untuk kemajuan Provinsi Maluku dan Indonesia,” tegas Lewerissa di hadapan 323 wisudawan yang dilantik pada periode I tahun 2026.
Tantangan Global dan Tuntutan Inovasi
Lewerissa menyoroti kompleksitas tantangan masa depan yang dipicu oleh perkembangan teknologi pesat dan dinamika sosial-ekonomi global. Para lulusan, menurutnya, harus berani menciptakan peluang, bukan sekadar menunggu kesempatan.
“Jadilah pribadi yang terus haus akan pengetahuan, inovatif, dan adaptif terhadap setiap perubahan. Teruslah belajar, tingkatkan kemampuan, kreativitas, dan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika global,” pesannya.
UKIM sebagai Pilar SDM Maluku
Dalam kesempatan itu, Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada Rektor dan seluruh civitas akademika UKIM. Ia menilai universitas yang berdiri sejak 1985 itu telah menjadi pilar penting dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas di Maluku melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Transformasi yang dilakukan UKIM dinilai relevan dalam melahirkan lulusan yang cerdas secara intelektual, berkarakter kuat, dan memiliki jiwa melayani. Lewerissa juga menekankan bahwa mewujudkan Maluku yang berkualitas adalah tugas kolektif.
“Saya mengajak seluruh civitas akademika UKIM untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun Maluku demi mewujudkan visi transformasi Maluku menuju Maluku yang adil dan sejahtera,” pungkasnya.
Siapa Saja yang Hadir dalam Wisuda UKIM?
Rapat Senat Terbuka Luar Biasa ini turut dihadiri oleh Rektor dan para Anggota Senat UKIM, unsur Forkopimda Provinsi Maluku atau yang mewakili, serta pimpinan DPRD Provinsi Maluku. Ketua MPH Sinode GPM diwakili oleh Ketua Klasis Kota Ambon, sementara Wali Kota Ambon diwakili Penjabat Sekretaris Kota Ambon.
Hadir pula Ketua dan Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi GPM, Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, para tokoh agama, serta pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta. Acara ini juga dihadiri pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, dan para orang tua wisudawan.