Pencarian

Xbox Kembali Diguncang PHK Massal, Kepala Xbox Game Studios Mundur

Selasa, 16 Juni 2026 • 16:23:01 WIB
Xbox Kembali Diguncang PHK Massal, Kepala Xbox Game Studios Mundur
Craig Duncan resmi mundur dari posisi Kepala Xbox Game Studios pada Oktober 2024.

MALUKUMicrosoft kembali menghadapi gejolak internal di divisi Xbox. Craig Duncan, yang baru menjabat sebagai kepala Xbox Game Studios sejak Oktober 2024, dilaporkan akan meninggalkan posisinya pekan ini. Kabar ini disampaikan melalui memo internal yang diperoleh The Game Business.

Kepergian Duncan terjadi di saat yang kritis. Hanya beberapa hari sebelumnya, Chief Content Officer Xbox Matt Booty dan CEO Xbox Asha Sharma mengirimkan memo ke seluruh karyawan yang membahas perlunya "reset" bisnis. Pendapatan yang menurun, biaya komponen hardware yang meningkat, serta persaingan ketat dari bentuk hiburan lain disebut sebagai faktor utama tekanan ini.

Dampak Langsung Restrukturisasi Xbox Game Studios

Dengan mundurnya Duncan, tim-tim besar di bawah naungan Xbox Game Studios—termasuk Halo Studios, The Coalition, Playground Games, Rare, Obsidian, Ninja Theory, dan Double Fine—akan melapor langsung ke Matt Booty sampai pengganti tetap ditemukan. Louise O'Connor, yang baru diangkat sebagai kepala staf tahun lalu, juga dikabarkan akan meninggalkan perusahaan.

Dalam memo tersebut, Booty dan Sharma mengakui bahwa Microsoft "terlalu melebar" setelah mengakuisisi puluhan studio dalam satu dekade terakhir. "Kami belum mendanai mereka secara memadai untuk bisa bersaing dan menang," tulis kedua eksekutif itu, seperti dikutip dari memo internal.

Gelombang PHK Dimulai Setelah Juni 2026

Kabar restrukturisasi ini muncul bersamaan dengan laporan Bloomberg yang menyebut Xbox sedang bersiap untuk putaran PHK massal lainnya. PHK diperkirakan akan dimulai setelah tahun fiskal Microsoft berakhir pada 30 Juni 2026. Ini bukan pertama kalinya Microsoft memangkas karyawan di divisi game. Pada awal 2024, sekitar 1.900 orang di divisi gaming kehilangan pekerjaan. Lalu pada Juli 2025, perusahaan memangkas 9.000 posisi di seluruh perusahaan, di mana banyak di antaranya berasal dari Xbox—yang juga mengakibatkan pembatalan sejumlah game dan penutupan satu studio.

Tekanan dari Atas: CEO Minta Xbox Berkelanjutan

CEO Microsoft Satya Nadella angkat bicara soal situasi ini saat ditanya dalam sebuah konferensi pekan lalu. "Tantangan bagi kami sekarang adalah memikirkan cara berinovasi, baik di hardware maupun game ke depan, dengan cara yang layak secara ekonomi," ujar Nadella. Ia menambahkan bahwa setelah 25 tahun Microsoft berinvestasi di Xbox, "sekarang kami harus mengubah ini menjadi bisnis yang berkelanjutan."

Pernyataan Nadella menegaskan bahwa tekanan untuk mencapai profitabilitas kini menjadi prioritas utama. Bagi para gamer, perubahan ini bisa berdampak pada jumlah eksklusif game yang dirilis, kebijakan layanan berlangganan Game Pass, hingga arah pengembangan konsol generasi berikutnya.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks