Pencarian

Sketsa di Pasar Banda Neira: Ketika Seorang Sketcher Belajar Menerima Garis Tanpa Penghapus

Jumat, 19 Juni 2026 • 14:47:31 WIB
Sketsa di Pasar Banda Neira: Ketika Seorang Sketcher Belajar Menerima Garis Tanpa Penghapus
Namira Zifani Pelu sedang membuat sketsa langsung di keramaian Pasar Banda Neira.

BANDA NEIRA — Hari ketiga rangkaian kegiatan sketsa di Banda Neira, Maluku, menjadi titik balik bagi Namira Zifani Pelu. Awalnya, ia merasa kurang beruntung karena ditempatkan di kelompok yang menggambar di pasar, bukan di kawasan Istana Mini yang ia anggap lebih mudah. Namun, pengalaman itu justru membawanya pada sebuah pencerahan.

Pena, Garis, dan Keberanian untuk Tak Mundur

Di tengah keramaian Pasar Banda, Namira memberanikan diri membuat sketsa langsung menggunakan pena. Tidak ada kesempatan menghapus atau mundur. Setiap garis harus diterima apa adanya. "Barangkali hidup juga demikian," tulisnya dalam catatan perjalanan yang dibagikan kepada redaksi.

Kebiasaan lamanya selalu mengawali gambar dengan pensil seketika runtuh. Tekanan untuk sempurna perlahan digantikan oleh penerimaan terhadap proses kreatif yang lebih otentik.

Nelayan, Ikan Salir, dan Galeri di Sudut Pasar

Saat menggambar, para nelayan yang sedang menata ikan salir menghampiri dan memperhatikan sketsa yang dibuat Namira. Rasa penasaran mereka justru membuka percakapan-percakapan kecil yang tak terduga. Dari situlah ia menyadari bahwa seni tidak selalu membutuhkan ruang galeri yang megah.

"Kadang-kadang ia cukup hadir di sudut pasar, di antara aroma laut dan obrolan sederhana," ungkap Namira.

Saat Istana Mini Justru Lebih Sulit dari Pasar

Setelah makan siang di Rumah Pengasingan Bung Hatta, kelompok mereka bertukar lokasi. Kini giliran Namira menuju kawasan Istana Mini—tempat yang sebelumnya ia anggap lebih mudah. Anehnya, justru di sana ia kesulitan menentukan objek gambar.

Ia pun tersenyum sendiri. "Tuhan rupanya sudah memilihkan tempat terbaik untuk saya sejak awal," katanya. Hari itu menjadi hari yang manis antara dirinya, pasar Banda, tiang bendera Istana Mini, dan rasa syukur yang datang tanpa diduga.

Bagikan
Sumber: potretmaluku.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks