AMBON — Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni. Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, menyebut kemitraan dengan PT Hatfield Indonesia merupakan implementasi nyata model pentahelix yang menggandeng pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Menurutnya, Unpatti memiliki 21 pusat kajian yang siap mendukung riset dan pengkajian yang dibutuhkan dalam program-program ke depan.
“Kami berharap berbagai persoalan di lingkungan sekitar dapat diatasi melalui kolaborasi ini sebagai wujud nyata kontribusi bersama bagi pembangunan daerah,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Pusat Data untuk Perencanaan Daerah
Koordinator PT Hatfield Indonesia LCDI Wilayah Maluku, Nita Yohana, menjelaskan bahwa selama dua tahun terakhir timnya telah menyusun dokumen Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) di Maluku. Dokumen itu melibatkan akademisi dan pemangku kepentingan daerah.
“Pada periode 2026–2027, kami memandang penting untuk meningkatkan kapasitas lokal di Provinsi Maluku. Center of Excellence menjadi instrumen strategis yang akan menyediakan pusat data, pusat informasi, dan berbagai sumber pengetahuan,” jelas Nita.
Keberadaan CoE, kata dia, akan memudahkan OPD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota dalam mengakses data dan hasil kajian untuk perencanaan dan pengambilan kebijakan. Selama ini, salah satu hambatan utama pemda adalah tersebarnya data dan minimnya riset terapan yang langsung bisa dipakai.
Mengapa Pusat Unggulan Ini Dibutuhkan Sekarang?
Maluku tengah mendorong pembangunan rendah karbon sebagai bagian dari target nasional dan komitmen global. Namun, tanpa basis data yang kuat dan sumber daya lokal yang terlatih, implementasi di lapangan kerap tersendat. CoE diharapkan menjadi jembatan antara riset universitas dan kebutuhan konkret pemda.
Dalam pertemuan itu, turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Dr. Ruslan H. S. Tawari, para dekan, Kepala LPPM Dr. Estevanus K. Huliselan, perwakilan Bappeda Maluku, serta tim PT Hatfield Indonesia.
Langkah selanjutnya, kedua pihak akan menyusun peta jalan pendirian CoE, termasuk skema pendanaan, sumber daya manusia, dan prioritas riset yang selaras dengan kebutuhan daerah.