MALUKU — Suasana duka menyelimuti rumah duka mendiang dr. Eliza Princia Utami Pakaeni atau dokter Icha di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Senin (29/6). Ratusan pelayat dari keluarga, kerabat, dan warga mendatangi lokasi untuk memberi ucapan duka dan penghormatan terakhir.
Orang Tua Tak Kuasa Menahan Tangis
Kedua orang tua dr. Icha tak henti-hentinya meneteskan air mata di samping peti jenazah. Mereka tampak berduka mendalam atas kepergian putrinya yang diduga nekat bunuh diri setelah mengalami depresi.
Dugaan Intimidasi Anggota DPRD TTU
Depresi yang dialami dr. Icha diduga akibat diintimidasi tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Intimidasi itu terjadi saat ia menangani seorang anak yang terkena gigitan ular di IGD RSU Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 lalu.
Peristiwa itu menjadi perhatian publik karena menyangkut dugaan tekanan terhadap tenaga kesehatan saat menjalankan tugas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPRD TTU maupun kepolisian terkait dugaan intimidasi tersebut.
Penghormatan Terakhir dari Ratusan Pelayat
Ratusan pelayat terus berdatangan sejak pagi hari. Mereka terdiri dari tetangga, rekan sejawat, dan masyarakat sekitar yang ingin memberikan penghormatan terakhir bagi almarhumah.
Suasana haru tak terhindarkan saat satu per satu pelayat mendekati peti jenazah. Beberapa di antaranya terlihat menenangkan kedua orang tua dr. Icha yang terus menangis.
Rencana Pemakaman
Jenazah dr. Icha rencananya akan dimakamkan setelah prosesi doa dan pemberangkatan dari rumah duka. Keluarga besar berharap proses pemakaman berlangsung khidmat dan lancar.
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai perkembangan penyelidikan dugaan intimidasi yang disebut menjadi pemicu depresi almarhumah.