JAKARTA — IHSG ditutup di zona merah pada sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa. Indeks merosot 141,04 poin atau 2,42 persen ke level 5.679,75. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga ikut tertekan, turun 13,72 poin atau 2,39 persen ke posisi 559,29.
Investor Asing Masih Tarik Dana Rp854 Miliar
Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama mengatakan pelemahan IHSG kali ini lebih banyak dipengaruhi sentimen domestik. Ia menyebut masih terbatasnya minat investor untuk mengambil risiko atau risk appetite menjadi faktor utama.
“Masih terbatasnya risk appetite investor tercermin dari masih berlanjutnya net foreign sell (aksi jual investor asing), yang mana net foreign sell masih tercatat senilai Rp854,10 miliar pada perdagangan Senin (29/06) kemarin,” ujar Elandry saat dihubungi di Jakarta.
Bobot Indonesia di Indeks MSCI Minim, Aliran Dana Terbatas
Elandry menambahkan, faktor lain yang membebani adalah kecilnya bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Market Index, yang saat ini hanya sekitar 0,46 persen. Akibatnya, aliran dana pasif ke pasar domestik menjadi lebih terbatas.
“Ditambah bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Market Index yang saat ini hanya sekitar 0,46 persen, sehingga aliran passive flow ke pasar domestik menjadi lebih terbatas,” jelasnya.
Investor Pilih Wait and See, Fokus pada Saham Fundamental Kuat
Di tengah volatilitas yang terjadi, para pelaku pasar cenderung mengambil sikap menunggu dan melihat. Mereka mencermati perkembangan kebijakan domestik serta arah arus dana asing sebelum mengambil keputusan.
“Di tengah volatilitas, investor juga lebih selektif dan fokus pada saham-saham dengan fundamental yang kuat,” ujar Elandry.
Peluang Penguatan IHSG Terbuka Jika Sentimen Membaik
Kendati bergerak volatil dalam jangka pendek, Elandry memproyeksikan ada secercah harapan. Secara historis, bulan Juli cenderung menjadi periode yang positif bagi IHSG.
“Sehingga, peluang penguatan tetap terbuka apabila market sentiment dan capital flow mulai membaik,” katanya.
Sebelas Sektor Melemah, Barang Baku Paling Terpukul
Data perdagangan sesi I hari ini mencatat frekuensi transaksi sebanyak 887.700 kali dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 10,14 miliar lembar senilai Rp7,50 triliun. Sebanyak 103 saham berhasil menguat, sementara 618 saham melemah, dan 238 saham stagnan.
Seluruh sebelas sektor saham tercatat melemah. Sektor barang baku menjadi yang paling terpuruk dengan penurunan 4,31 persen, disusul sektor energi yang turun 3,32 persen, dan sektor industri yang melemah 2,68 persen.
Saham-saham yang mencatatkan penguatan terbesar antara lain PEGE, AYLS, MGNA, BOBA, dan ENAK. Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terdalam adalah MMIX, PANS, RGAS, COCO, dan OILS.