BULA — Gelombang pasang yang menerjang pesisir Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) pada Rabu (1/7) siang menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur mencatat sebanyak 1.070 jiwa terdampak dan jumlah tersebut masih dalam proses pendataan lebih lanjut di lapangan.
Ratusan Rumah Rusak Akibat Terjangan Gelombang
Dari hasil kaji cepat yang dilakukan tim BPBD, kerugian material paling besar terjadi pada sektor perumahan. Sebanyak 207 unit rumah dilaporkan rusak, dengan rincian 53 unit rumah mengalami rusak berat (RB) dan 154 unit rumah lainnya mengalami rusak ringan (RR).
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Siritaun Wida Timur, Pulau Gorom, Kesui Watubela, Teor, dan Ukar Sengan. Kelima kecamatan ini berada di wilayah pesisir yang langsung berhadapan dengan Laut Seram dan Laut Banda.
Angin Muson Timur Picu Tinggi Gelombang Meningkat
BPBD menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh angin muson timur yang menyebabkan peningkatan tinggi gelombang laut secara signifikan. Gelombang pasang mulai menerjang pemukiman warga sekitar pukul 13.00 WIT.
Kondisi geografis Seram Bagian Timur yang merupakan wilayah kepulauan membuat sejumlah kecamatan sangat rentan terhadap dampak gelombang pasang, terutama saat musim angin timur bertiup kencang.
Penanganan Darurat dan Pendataan Korban Terus Berjalan
BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur telah melakukan identifikasi dan kaji cepat di lokasi kejadian. Tim juga telah melaksanakan penanganan darurat untuk membantu warga yang terdampak.
Pendataan jumlah korban dan kerugian material masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengambil langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat.