Pencarian

BBRMP Maluku Latih 29 Penyuluh di Maluku Barat Daya untuk Akurasi Data Luas Tambah Tanam Padi

Sabtu, 04 Juli 2026 • 13:24:31 WIB
BBRMP Maluku Latih 29 Penyuluh di Maluku Barat Daya untuk Akurasi Data Luas Tambah Tanam Padi
penyuluh pertanian di Maluku Barat Daya mengikuti pelatihan pemetaan poligon lahan oleh BBRMP Maluku.

AMBON — BBRMP Maluku tidak ingin data pertanian hanya menjadi angka di atas kertas. Melalui bimtek pemetaan poligon lahan yang digelar di Kabupaten Maluku Barat Daya, 29 penyuluh pertanian dibekali teknik pelaporan LTT padi yang presisi.

Kepala BBRMP Maluku Gunawan mengatakan, kegiatan ini menjadi respons atas kebutuhan data akurat untuk perencanaan pangan. "Pelaporan LTT harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan sebagai dasar perencanaan peningkatan produksi pangan," katanya di Ambon, Jumat.

Mengapa Data LTT Padi Krusial bagi MBD?

Luas Tambah Tanam merupakan indikator utama dalam menghitung potensi produksi padi. Jika data tidak akurat, kebijakan bantuan benih, pupuk, hingga alokasi irigasi bisa meleset. Bimtek ini menjawab persoalan klasik di lapangan: kesulitan penyuluh menentukan batas poligon lahan dan mengisi laporan secara konsisten.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Maluku Barat Daya, Thomas Katipana, yang membuka acara, menekankan peran strategis penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. "Mereka yang setiap hari mendampingi petani, jadi data yang mereka hasilkan sangat menentukan," ujarnya.

Tak Sekadar Pelaporan, Ini Dorongan untuk Padi Gogo

Selain teknis pemetaan, bimtek ini juga menjadi momentum mendorong pengembangan budidaya padi gogo di MBD. Gunawan menjelaskan, para penyuluh diminta melakukan percobaan penanaman di wilayah binaan masing-masing.

"Ini langkah awal untuk mengidentifikasi potensi pengembangan padi gogo sekaligus memperluas areal tanam di daerah," kata Gunawan. Langkah ini dinilai strategis mengingat karakter geografis Maluku yang banyak lahan kering.

Diskusi Interaktif: Kendala Batas Lahan Jadi Sorotan

Sesi teknis bimtek berlangsung interaktif. Para penyuluh banyak menyampaikan kendala di lapangan, terutama soal penentuan batas poligon lahan yang kerap tumpang tindih dengan lahan warga lain atau kawasan hutan. Masukan ini akan menjadi bahan evaluasi BBRMP untuk menyusun panduan yang lebih praktis.

Dengan akurasi data yang lebih baik, BBRMP Maluku berharap kebijakan pangan di MBD bisa lebih tepat sasaran. "Penguatan kapasitas penyuluh juga diharapkan mampu mendukung percepatan peningkatan produksi padi serta mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan," pungkas Gunawan.

Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks