AMBON — BPPP KKP Ambon tak hanya sekadar mengajarkan teori. Para peserta pelatihan dibekali teknik memilih benih ikan kuwe yang sehat, seragam ukuran, dan bebas penyakit sebelum ditebar ke keramba jaring apung. Kepadatan tebar pun disesuaikan dengan daya dukung perairan setempat.
"Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga membangun kompetensi pemuda agar mampu menerapkan teknik budidaya yang sesuai standar, efisien, ramah lingkungan, serta menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing," kata Abubakar di Ambon, Jumat.
Pemantauan Kualitas Air Jadi Kunci Sukses Budidaya
Dalam materi pembesaran ikan kuwe, peserta juga dilatih melakukan pemantauan kualitas air secara berkala. Parameter yang dicek meliputi suhu, kadar oksigen terlarut, salinitas, hingga kebersihan lingkungan budidaya. Langkah ini untuk menjaga kesehatan ikan sekaligus menekan risiko kematian massal.
Pemberian pakan berkualitas secara teratur sesuai kebutuhan ikan juga ditekankan agar pertumbuhan optimal. Seluruh proses mengacu pada prinsip Cara Budidaya Ikan yang Baik atau Good Aquaculture Practices (GAP).
Lobster Laut: Biosekuriti dan Pencatatan Ketat
Untuk pembesaran lobster laut, materi pelatihan lebih detail. Pemuda diajarkan teknik pemeliharaan benih pada wadah budidaya yang memenuhi standar, pengelolaan kualitas air, serta pemberian pakan segar maupun pakan buatan sesuai kebutuhan nutrisi.
"Budidaya lobster memerlukan perhatian terhadap kualitas lingkungan perairan, sanitasi sarana budidaya, serta pencatatan setiap tahapan pemeliharaan. Dengan penerapan standar tersebut, tingkat kelangsungan hidup dapat ditingkatkan dan hasil panen memiliki mutu yang sesuai kebutuhan pasar," ujar Abubakar.
Pengendalian hama dan penyakit melalui penerapan biosekuriti juga menjadi materi wajib. Peserta diajarkan menjaga kebersihan sarana dan memisahkan lobster yang sakit untuk mencegah penularan.
Regenerasi Pembudidaya dan Daya Saing Maluku
Abubakar menambahkan, seluruh materi pelatihan mengacu pada standar mutu BPPP KKP. Mulai dari persiapan sarana budidaya, pemilihan benih unggul, manajemen pakan, pengelolaan kesehatan ikan dan lobster, hingga teknik panen serta penanganan pascapanen.
Menurut dia, penguatan kapasitas generasi muda menjadi langkah penting mendukung regenerasi pelaku usaha perikanan budidaya. Maluku sebagai provinsi kepulauan memiliki potensi besar, namun membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BPPP KKP Ambon dalam mencetak sumber daya manusia kelautan dan perikanan yang profesional untuk mendukung pengembangan perikanan budidaya yang maju, mandiri dan berkelanjutan,” tutup Abubakar.