Pencarian

Rupiah Tembus Rp18.090 Per Dolar AS, Analis Sebut Ancaman Perang AS-Iran Jadi Biang Kerok

Senin, 13 Juli 2026 • 13:55:31 WIB
Rupiah Tembus Rp18.090 Per Dolar AS, Analis Sebut Ancaman Perang AS-Iran Jadi Biang Kerok
Nilai tukar rupiah dibuka melemah ke posisi Rp18.090 per dolar AS pada perdagangan Senin pagi.

JAKARTA — Rupiah dibuka di level Rp18.090 per dolar AS pada Senin pagi, melemah signifikan dari posisi penutupan sebelumnya di Rp18.065. Pelemahan sebesar 0,14 persen ini terjadi di tengah eskalasi konflik bersenjata di kawasan Teluk yang memicu aksi jual aset berisiko oleh investor global.

Mengapa Konflik AS-Iran Bisa Menekan Rupiah?

Analis Lukman Leong menjelaskan bahwa lonjakan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan di Timur Tengah menjadi tekanan utama bagi rupiah. “Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timteng yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli komoditas energi saat harga melambung. Kebutuhan dolar AS yang meningkat untuk impor minyak inilah yang kemudian menekan nilai tukar rupiah.

Baku Serang di Teluk: Serangan Balasan Iran ke Pangkalan AS

Ketegangan regional meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Pada Minggu (12/7), Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah situs militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman. Aksi ini merupakan balasan atas serangan AS terhadap target-target Iran sebelumnya.

Tak berhenti di situ, Amerika Serikat dilaporkan kembali melancarkan serangan di beberapa wilayah selatan Iran pada Senin pagi. Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan beberapa ledakan terjadi di Bandar Abbas, Sirik, Pulau Qeshm, dan Jask—semuanya berada di provinsi Hormozgan. Kantor Berita Mehr juga mencatat ledakan di kota-kota selatan Bushehr dan Kangan.

Sentimen Domestik: Data Inflasi AS Dinanti Pelaku Pasar

Selain faktor perang, pelaku pasar juga mencermati data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang akan dirilis besok. Inflasi bulan Juni diperkirakan turun 0,1 persen secara bulanan (month-on-month) dan dari 4,2 persen menjadi 3,9 persen secara tahunan (year-on-year). Data ini akan menjadi sinyal bagi arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, para analis memproyeksikan pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS. Masyarakat dan pelaku usaha di Maluku, khususnya importir dan pelaku UMKM yang bergantung pada bahan baku impor, diimbau untuk mencermati fluktuasi ini dalam pengelolaan keuangan mereka.

Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks