MALUKU — Emas ini menjadi oase di tengah paceklik prestasi yang sebelumnya melanda skuad tuan rumah. Sebelum laga final Anggie, Indonesia baru mengantongi lima medali perunggu dari Linda Sarui (kelas 45-48kg), Maria Mesita (kelas 65kg), Rliko Praveg (kelas 85kg), Joshua Toni (kelas 60kg), dan Viktor Wengkang (kelas 65 kg). Kemenangan Anggie memastikan bendera Merah Putih tetap berkibar di papan atas klasemen akhir.
Duel Agresif Tiga Ronde: Strategi Bertahan Jadi Kunci
Pertarungan berjalan sengit sejak bel pertama dibunyikan. Anggie yang tampil di hadapan publik sendiri langsung mengambil inisiatif menyerang dengan gerakan mengitari lawan. Gunjan, yang mewakili India, tidak tinggal diam dan beberapa kali membalas dengan agresi serupa.
Memasuki ronde kedua, tekanan justru datang dari Gunjan. Serangan beruntun petinju India itu sempat membuat Anggie kewalahan hingga ia memilih mengaktifkan mode bertahan. Namun, begitu lolos dari jangkauan lawan, Anggie dengan cepat melayangkan serangan balik. Ia menghujani pukulan ke tubuh dan kepala Gunjan hingga ronde usai.
Pada ronde ketiga, Anggie meningkatkan agresivitasnya. Petinju berdarah Papua-Sumatera itu menunjukkan ketahanan fisiknya dengan terus bergerak aktif sambil mendaratkan pukulan demi pukulan. Tiga juri akhirnya mengunggulkan Anggie dengan skor 29-28, sementara dua juri lainnya memberikan skor 29-28 untuk Gunjan.
Dukungan Publik Jadi Semangat Tambahan
Bermain di kandang sendiri menjadi faktor psikologis yang signifikan. Dukungan penuh dari penonton yang memadati Basket Hall, Senayan, memberi energi ekstra bagi Anggie untuk tampil maksimal. "Tampil di hadapan dukungan publik tuan rumah memberi semangat tambahan bagi Anggie," demikian kesan yang tertangkap dari jalannya pertandingan.
Peta Persaingan Kelas Terbang Ringan
Kelas terbang ringan putri menjadi salah satu kategori yang paling kompetitif di ajang ini. Kemenangan Anggie atas Gunjan menunjukkan bahwa Indonesia memiliki bibit petinju muda potensial di kelas berat badan rendah. Ini sekaligus menjadi modal berharga untuk regenerasi atlet tinju nasional ke depannya.