AMBON — BBRMP Maluku menyerahkan dua unit alat Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) kepada dua kelompok tani di Kabupaten Buru, pekan lalu. Bantuan ini merupakan dukungan bagi petani yang telah menerapkan teknologi budidaya padi dengan metode PM-AAS.
“Bantuan tersebut merupakan dukungan bagi kelompok tani yang telah menerapkan teknologi budidaya padi melalui metode PM-AAS guna meningkatkan efisiensi usaha tani dan produktivitas hasil panen,” kata Kepala BBRMP Maluku Gunawan, di Ambon, Sabtu.
Dua Kelompok Tani Penerima di Buru
Penyerahan dilakukan oleh tim BBRMP Maluku yang terdiri dari Mulyadi dan Basaria Imelda Situmorang. Mereka didampingi Ketua Tim Kerja Kabupaten Buru Toto Sudaryanto bersama penyuluh pertanian lapangan.
Bantuan diberikan kepada Kelompok Tani Sri Rahayu di Desa Waegeren dan Kelompok Tani Karya Bakti 2 di Desa Debowae. Masing-masing kelompok juga menerima buku petunjuk teknis penggunaan alat PM-AAS.
Para petani penerima menyatakan siap memanfaatkan alat tersebut pada musim tanam berikutnya. Ini menjadi bagian dari penerapan mekanisasi dan modernisasi pertanian di tingkat kelompok tani.
Kolaborasi Petani dan Pemerintah Desa
Dalam kesempatan yang sama, tim BBRMP Maluku juga meninjau petani yang sedang membuat alat PM-AAS secara mandiri dengan dukungan pemerintah desa. Inisiatif ini dinilai sebagai kolaborasi positif antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa.
“Inisiatif tersebut menunjukkan kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian lapangan, dan pemerintah desa dalam mendorong adopsi teknologi pertanian di tingkat lapangan sehingga dapat memperluas pemanfaatan inovasi budidaya padi di Kabupaten Buru,” ujar Gunawan.
Target: Efisiensi dan Ketahanan Pangan Maluku
Gunawan berharap, pemanfaatan alat PM-AAS dapat meningkatkan efisiensi penggunaan sarana produksi, mempercepat proses budidaya, serta mendukung peningkatan produktivitas padi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Buru dan Provinsi Maluku.
BBRMP Maluku akan terus melakukan pendampingan bersama penyuluh pertanian untuk memastikan alat PM-AAS dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani. Dengan begitu, penerapan teknologi pertanian modern dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi serta kesejahteraan petani.