LANGGUR — Potensi kelautan yang melimpah di Kabupaten Maluku Tenggara mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sektor perikanan sebagai motor penggerak ekonomi warga pesisir. Dalam dialog interaktif yang digelar RRI Tual melalui program Maluku Tenggara Menyapa, Jumat (17/7/2026), Plt. Kepala Dinas Perikanan Ruslan A.G. Ingratubun memaparkan strategi pengembangan komoditas unggulan daerah.
“Perlu kita ketahui, komoditas unggulan Maluku Tenggara saat ini adalah rumput laut karena memiliki nilai ekonomi tinggi,” tutur Ingratubun dalam siaran yang dikutip RRI.co.id, Minggu (19/7/2026).
Program Prioritas untuk Nelayan dan Pembudidaya
Menurut Ingratubun, potensi perikanan tangkap dan budidaya harus dikelola secara berkelanjutan. Oleh karena itu, Dinas Perikanan Kabupaten Maluku Tenggara menjalankan beberapa program prioritas yang menyasar langsung kelompok nelayan dan pembudidaya rumput laut.
- Peningkatan kapasitas SDM — pelatihan dan pendampingan teknis bagi nelayan dan pembudidaya.
- Pendampingan kelompok nelayan — penguatan kelembagaan dan akses pasar.
- Penyediaan sarana dan prasarana — fasilitas pendukung seperti cold storage, alat tangkap, dan bibit rumput laut berkualitas.
Kolaborasi dengan Politeknik Perikanan untuk Riset dan Teknologi
Dinas Perikanan juga memperkuat kerja sama dengan Politeknik Perikanan Negeri Maluku Tenggara. Langkah ini diambil untuk mendorong riset terapan, pengembangan teknologi budidaya, dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang perikanan.
“Kerja sama ini diharapkan mampu berkontribusi melalui riset, pengembangan teknologi, serta peningkatan kompetensi SDM,” imbuh Ingratubun.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan, sektor perikanan di Maluku Tenggara diyakini mampu menjadi tulang punggung ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada hasil tangkapan, tetapi juga pada nilai tambah produk olahan rumput laut yang berdaya saing.