MALUKU — Kepulauan Riau menyimpan kekayaan kuliner Melayu pesisir yang jarang dibahas di panduan wisata arus utama, mulai dari gonggong hingga mi lendir. Bahan laut, sagu, santan, dan rempah mendominasi hidangan khas provinsi yang beribukota di Tanjungpinang ini. Bagi traveler yang hendak menyusuri Batam, Bintan, hingga Anambas, daftar kuliner berikut bisa jadi peta rasa sebelum berangkat.
Provinsi Kepulauan Riau memperingati hari jadinya setiap 24 September. Perayaan itu biasanya diisi agenda budaya, tapi sisi paling menarik dari provinsi ini justru ada di meja makan. Kuliner Kepri tumbuh dari budaya Melayu pesisir yang akrab dengan hasil laut.
Gonggong, Siput Laut yang Jadi Ikon
Gonggong adalah siput laut yang jadi makanan khas paling dikenal dari Kepulauan Riau. Cara masaknya sederhana: direbus, lalu disajikan bersama sambal atau saus pedas.
Bagi yang baru pertama mencoba, ada teknik tersendiri. Daging siput dikeluarkan dari cangkang memakai tusuk gigi sebelum disantap. Pengalaman makan gonggong sering jadi cerita tersendiri bagi wisatawan yang baru mengenal kuliner pesisir Kepri.
Otak-otak hingga Mi Lendir, Hidangan Sehari-hari
Di kawasan Batam dan sekitarnya, otak-otak mudah ditemukan. Makanan ini dibuat dari ikan yang dihaluskan bersama bumbu, lalu dibungkus daun dan dipanggang.
Lakse kuah melengkapi daftar kuliner Melayu di provinsi ini. Hidangan berbasis mi itu memakai kuah santan, ikan, serta bumbu seperti kunyit dan serai.
Ada pula mi lendir, yang namanya cukup unik. Hidangan ini berupa mi dengan kuah kental, biasanya disajikan bersama telur, tauge, daun bawang, bawang goreng, dan cabai.
Mi Tarempa dan Deram-deram dari Wilayah Kepulauan
Dari Tarempa, Kabupaten Anambas, datang mi tarempa. Rasanya pedas, manis, dan gurih, dengan penyajian yang bisa dipilih: basah, lembap, maupun kering.
Untuk kudapan, Kepri punya deram-deram yang dikenal sebagai makanan khas Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Kue berwarna coklat ini memiliki tekstur dan rasa yang khas.
Es Laksamana Mengamuk dan Kisah di Baliknya
Minuman dengan nama paling unik di Kepri adalah Es Laksamana Mengamuk. Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau menyebut minuman ini menggunakan buah kuini yang dicampur santan dan gula.
Nama Laksamana Mengamuk berasal dari cerita yang berkembang di masyarakat. Kisahnya menyebut seorang laksamana mengamuk di kebun kuini hingga buahnya berjatuhan, lalu warga mengolahnya menjadi minuman.
Tips Wisata Kuliner di Kepri
Kuliner Kepri paling mudah ditemukan di kawasan pesisir dan pasar tradisional, terutama di Tanjungpinang dan Batam. Untuk harga dan jam buka tiap warung, informasi terkini dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau pelaku usaha langsung.
Waktu terbaik mencicipi hidangan laut seperti gonggong adalah saat musim tangkap, ketika pasokan segar lebih melimpah. Bawa uang tunai secukupnya karena sebagian warung di wilayah kepulauan belum menerima pembayaran digital.
Menelusuri kuliner Kepri sebaiknya dilakukan lintas pulau, bukan hanya di satu titik. Sediakan dua hingga tiga hari untuk mencoba gonggong, mi tarempa, dan deram-deram di lokasi asalnya, sekaligus menikmati wisata bahari yang jadi identitas provinsi ini.