AMBON — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon menurunkan petugas untuk membagikan masker kepada warga yang terdampak kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pembagian menyasar kawasan padat aktivitas warga, dengan prioritas anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan.
Kabut asap yang menyelimuti sebagian wilayah Maluku belakangan ini memicu kekhawatiran soal dampak kesehatan pernapasan. Imigrasi Maluku menyebut pembagian masker sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi warga di luar tugas pokok keimigrasian.
Mengapa Imigrasi Turun Tangan Bagikan Masker
Kantor Imigrasi menilai dampak kabut asap tidak bisa dibiarkan hanya ditangani instansi kesehatan dan lingkungan. Petugas yang bertugas di lapangan melihat langsung warga yang beraktivitas tanpa pelindung pernapasan.
Pembagian masker dilakukan di titik-titik keramaian, termasuk sekitar permukiman dan area pelayanan publik. Warga yang melintas dipersilakan mengambil masker secara gratis.
Kelompok Rentan Jadi Prioritas Penerima Masker
Anak-anak dan lansia menjadi sasaran utama pembagian masker. Kelompok ini paling rentan mengalami gangguan pernapasan saat kualitas udara memburuk.
Selain warga umum, petugas juga menyiapkan masker bagi pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. Pengendara ojek, pedagang kaki lima, dan petugas kebersihan termasuk yang dijangkau.
Pembagian masker berlangsung tanpa memandang status kewarganegaraan. Warga negara asing yang tengah mengurus dokumen di kantor imigrasi juga mendapat masker yang sama.
Kabut Asap Kiriman, Bukan Karhutla Lokal
Kabut asap yang menyelimuti Maluku berasal dari karhutla di sejumlah daerah lain. Asap terbawa angin melintasi wilayah perairan dan menurunkan jarak pandang di beberapa titik.
Kondisi itu membuat kualitas udara di sejumlah kota di Maluku menurun dalam beberapa hari terakhir. Warga diminta mengurangi aktivitas luar ruangan saat asap pekat.
Imbauan bagi Warga Maluku
Warga diimbau memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama pagi dan sore. Mereka juga diminta memperbanyak minum air putih dan segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas.
Pembagian masker oleh Imigrasi Maluku akan berlanjut selama kabut asap masih menyelimuti wilayah. Jumlah masker yang disiapkan disesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan.