AMBON — Kepala Dinas PUPR Kota Ambon Melianus Latuihamallo menyatakan perbaikan Jalan Toisapu–Amahori dilakukan secara selektif berdasarkan tingkat kerusakan di lapangan. Pekerjaan tidak menerus sepanjang ruas, tetapi tersebar pada titik-titik tertentu sesuai kebutuhan penanganan.
Nilai kontrak Rp982 juta mencakup pengadaan material, tenaga kerja, penggunaan peralatan, perbaikan fondasi, pengaspalan, pengendalian mutu, serta pekerjaan pendukung lainnya. Pemeliharaan berkala ruas jalan ini diharapkan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat Ambon yang melintasi kawasan tersebut setiap hari.
Mengapa Penanganan Tidak Dilakukan Sepanjang Ruas Jalan?
Melianus menjelaskan pekerjaan difokuskan pada bagian jalan yang mengalami kerusakan. Menurutnya, penanganan tersebar pada titik-titik tertentu sesuai tingkat kerusakan.
"Pekerjaan difokuskan pada bagian-bagian jalan yang mengalami kerusakan. Jadi, penanganannya tidak menerus sepanjang ruas jalan, tetapi tersebar pada titik-titik tertentu sesuai tingkat kerusakan," katanya di Ambon, Rabu (14/10/2026).
Perbaikan fondasi dilakukan pada bagian jalan yang mengalami kerusakan struktural, seperti lubang, penurunan permukaan, dan kerusakan yang memengaruhi daya dukung jalan. Material yang dipakai adalah agregat Kelas A, sebelum permukaan jalan dilapisi campuran aspal panas atau hotmix.
Perbaikan Fondasi jadi Kunci Sebelum Pengaspalan Hotmix
Tahapan pekerjaan diawali dengan identifikasi dan penandaan titik kerusakan. Setelah itu, petugas membongkar bagian yang rusak dan membersihkan area sebelum material fondasi dihamparkan serta dipadatkan.
Begitu fondasi memenuhi persyaratan teknis, pekerjaan berlanjut ke pengaspalan menggunakan hotmix. Proses ini mencakup penghamparan, pemadatan, dan pemeriksaan kualitas hasil pekerjaan.
Melianus menegaskan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai kebutuhan penanganan dan ketentuan teknis dalam dokumen kontrak. Pemeriksaan mutu menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari proses pengaspalan.
Dampak ke Warga: Mobilitas Warga Toisapu dan Amahori
Ruas Jalan Toisapu–Amahori menjadi jalur penghubung bagi warga di kawasan tersebut. Kondisi jalan yang rusak sebelumnya berpotensi menghambat perjalanan harian, terutama saat hujan.
Melalui pemeliharaan berkala ini, PUPR Kota Ambon berharap kondisi jalan tetap terjaga dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang menggunakan ruas tersebut.
Pekerjaan pemeliharaan berkala ini mencakup pengendalian mutu di setiap tahap, mulai dari fondasi hingga pengaspalan akhir. Warga yang melintas diminta mematuhi pengaturan lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung.