AMBON — Kepala Disnakertrans Maluku M Rizal Latuconsina menyatakan pemerintah daerah akan mengintervensi lewat dana APBD untuk membiayai sejumlah pelatihan bersertifikasi. Pelatihan itu menyasar tenaga kerja lokal dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, dan kabupaten lain di Maluku.
Menurut Rizal, sertifikasi menjadi bekal dasar agar putra-putri daerah mampu bersaing mengisi kebutuhan pekerjaan di proyek migas tersebut. "Sertifikasi ini menjadi salah satu bekal dasar bagi tenaga kerja lokal untuk bisa bekerja di Blok Masela. Karena itu, kompetensi dan sertifikasi harus disiapkan agar anak-anak daerah mampu bersaing," katanya di Ambon, Jumat.
K3 Umum Jadi Pelatihan Tahap Awal
Pelatihan yang disiapkan dimulai dari K3 umum, lalu berlanjut ke K3 bidang minyak dan gas bumi. Dua jenis pelatihan itu dipilih karena menjadi syarat dasar bagi siapa pun yang bekerja di area proyek migas.
Keterbatasan anggaran daerah membuat Disnakertrans tidak bisa menanggung seluruh pelatihan sendiri. Dinas membuka kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk perguruan tinggi dan lembaga pelatihan, agar lebih banyak tenaga kerja lokal mendapat akses peningkatan keterampilan.
Pemkab dan Kampus Diminta Terlibat
Rizal menilai penyiapan tenaga kerja untuk Blok Masela tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah provinsi. Pemerintah kabupaten, lembaga pendidikan, lembaga pelatihan, dan perusahaan pelaksana proyek perlu terlibat bersamaan.
Pemprov Maluku juga terus berkoordinasi dengan perusahaan dan konsorsium pelaksana proyek, termasuk PT Pertamina. Koordinasi itu mendorong pemenuhan kebutuhan tenaga kerja dengan mengutamakan masyarakat lokal sesuai kompetensi dan kebutuhan pekerjaan.
Rekrutmen Luar Daerah Jadi Opsi Terakhir
Rizal menegaskan kesempatan kerja perlu dibuka seluas-luasnya bagi putra-putri Maluku, tidak hanya dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai lokasi proyek. Jika kompetensi yang dibutuhkan tidak tersedia di daerah, perusahaan dapat menerapkan mekanisme perekrutan dari luar daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, ia mendorong pemerintah kabupaten bersama seluruh pemangku kepentingan mempercepat peningkatan keterampilan dan pemenuhan sertifikasi tenaga kerja lokal. "Jangan sampai peluang kerja dari investasi besar ini tidak bisa dimanfaatkan anak-anak daerah hanya karena mereka belum memiliki kompetensi atau sertifikat yang dibutuhkan," ujarnya.
Manfaat Sosial di Sekitar Proyek
Keterlibatan tenaga kerja lokal perlu diperhatikan sejak tahap konstruksi hingga produksi Blok Masela. Selain menambah manfaat ekonomi bagi masyarakat, langkah itu dinilai penting untuk menjaga hubungan sosial antara proyek investasi dan warga di wilayah sekitar.
Pemprov Maluku berharap sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, lembaga pelatihan, dan perusahaan memperluas akses tenaga kerja lokal terhadap pelatihan bersertifikasi. Dengan begitu, tenaga kerja daerah punya daya saing untuk mengisi kebutuhan pekerjaan dalam pengembangan Blok Masela.