AMBON — Peringatan dini ini dikeluarkan setelah BMKG mendeteksi pola angin yang dapat memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Maluku. Kepala BMKG Maluku, Muhajidin, menjelaskan bahwa pola angin di wilayah tersebut umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan rata-rata 6 hingga 20 knot.
Kecepatan angin tertinggi diperkirakan bisa menembus lebih dari 20 knot di beberapa titik perairan. Kondisi ini, menurut Muhajidin, berpotensi langsung mendongkrak tinggi gelombang laut hingga level yang membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG memetakan sejumlah wilayah yang berpeluang mengalami gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Perairan Utara dan Selatan Pulau Buru, Perairan Kepulauan Kai, Perairan Utara dan Selatan Kepulauan Aru, serta Perairan Barat dan Timur Kepulauan Tanimbar.
Selain itu, perairan Kepulauan Babar, Perairan Sermata–Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, hingga Laut Arafuru bagian tengah dan barat juga masuk dalam zona waspada. “Adapun wilayah yang berpeluang mengalami gelombang setinggi 1,25-2,5 meter meliputi... Laut Arafuru Bagian Tengah dan Barat,” urai Muhajidin dalam keterangan resminya.
Muhajidin mengingatkan secara spesifik soal risiko yang mengancam dua jenis moda transportasi laut. Perahu nelayan dinilai sudah berada dalam kondisi berisiko apabila kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang menghadapi ancaman saat angin bertiup lebih kencang dari 16 knot dan tinggi gelombang melampaui 1,5 meter. Peringatan ini menjadi krusial mengingat banyak nelayan tradisional dan kapal pengangkut barang yang beroperasi di perairan Maluku.
Selain peringatan gelombang tinggi, BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk 11-12 Mei 2026. Secara umum, cuaca di Maluku diperkirakan berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang di beberapa daerah. “Secara umum, cuaca di wilayah Maluku diperkirakan berawan hingga hujan ringan, dengan potensi hujan sedang di beberapa daerah,” tandas Muhajidin.
Pada Senin (11/5), hujan sedang diprakirakan terjadi di Kabupaten Aru pada pagi hari. Memasuki malam hari, hujan ringan diperkirakan mengguyur Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kepulauan Tanimbar, dan Maluku Barat Daya.
Keesokan harinya, Selasa (12/5), potensi hujan sedang meluas ke sejumlah wilayah. Daerah yang perlu waspada antara lain Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, Kota Ambon, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, Buru, dan Buru Selatan.
BMKG mencatat kecepatan angin pada periode itu berkisar 10-30 kilometer per jam dengan arah dominan dari timur hingga barat laut. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 23-32 derajat celsius dengan tingkat kelembapan udara antara 56 hingga 100 persen. Masyarakat pesisir dan seluruh pengguna transportasi laut diminta untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi selama periode peringatan dini ini berlangsung.