MALUKU — Barcelona harus menerima kenyataan pahit di bursa transfer musim panas 2025. Dua nama yang menjadi prioritas utama untuk memperkuat lini serang, Julian Alvarez dan Joao Pedro, dipastikan tidak akan berseragam Blaugrana musim depan. Proses negosiasi yang alot dan kendala finansial menjadi batu sandungan terbesar bagi proyek Hansi Flick.
Atletico Madrid memasang harga yang dinilai tidak realistis bagi kondisi keuangan Barcelona saat ini. Klub ibu kota Spanyol itu tidak ingin kehilangan Alvarez dengan harga murah setelah pemain Argentina itu menjadi bagian penting proyek tim asuhan Diego Simeone.
Laporan dari media Spanyol, SPORT, menyebutkan Alvarez kini mulai mempertimbangkan untuk bertahan satu musim lagi di Wanda Metropolitano. Situasi ini membuat Barcelona perlahan menghentikan pendekatan agresif mereka. Padahal, Flick membutuhkan striker yang aktif menekan dan tajam di depan gawang untuk menjadi pusat permainan.
Nasib serupa menimpa upaya Barcelona mendatangkan Joao Pedro dari Chelsea. Penyerang Brasil itu dinilai cocok dengan kebutuhan tim karena mampu memberikan variasi serangan dan fleksibilitas posisi. Namun, Chelsea sama sekali tidak membuka ruang negosiasi.
The Blues menganggap Joao Pedro sebagai aset penting yang tidak masuk daftar jual. Sikap ini tetap dipertahankan meskipun ada kabar tawaran mencapai 100 juta euro hingga 150 juta euro (sekitar Rp2,07 triliun hingga Rp3,11 triliun) masuk ke meja mereka. Barcelona pun kecewa karena sebelumnya optimistis pemain berusia 23 tahun itu bisa direkrut.
Setelah dua target utama gagal, Barcelona kini serius mengejar Anthony Gordon. Winger Newcastle United itu masuk radar utama karena memiliki kecepatan, agresivitas, dan kemampuan bermain di beberapa posisi di lini depan. Profil Gordon dinilai lebih realistis secara finansial dan sesuai dengan kebutuhan taktis Flick yang menginginkan sayap-sayap eksplosif.
Langkah selanjutnya, Deco dan Flick akan segera menyusun strategi untuk membuka negosiasi dengan Newcastle. Situasi ini menjadi ujian bagi Barcelona untuk membuktikan kemampuan mereka bergerak cepat di bursa transfer yang semakin ketat.