SBT — Kepala BWS Maluku Ruslan Malik menyatakan penyaluran air bersih merupakan tindak lanjut arahan Dirjen SDA Kementerian PU Arnold Ritiauw untuk merespons dampak kekeringan di sejumlah wilayah Maluku. Distribusi di Desa Waimatakabu menjadi penyaluran ketiga di Kabupaten SBT hingga 15 September 2026.
Sebelumnya, BWS Maluku menyalurkan 4.000 liter air bersih di Desa Waru, Kecamatan Teluk Waru. Sebanyak 8.000 liter lainnya disalurkan untuk warga Desa Waru, khususnya Dusun Karawatu dan Dusun Fakar, Kecamatan Seram Timur.
Total 16.000 liter air bersih disalurkan ke tiga desa atau lokasi di Kabupaten SBT. BWS Maluku masih merencanakan penyaluran di dua titik lain di kabupaten yang sama, menyesuaikan kebutuhan dan hasil pemantauan lapangan.
Keterbatasan sumber air dengan debit yang mencukupi menjadi kendala utama di lapangan. Kondisi itu membuat proses pengisian mobil tangki membutuhkan waktu hingga sekitar enam jam.
Kendala lain datang dari tempat penampungan air di tingkat warga. Sebagian masyarakat masih menggunakan jeriken, drum, dan wadah sejenis karena belum memiliki tandon atau profil tank berkapasitas besar.
Penanganan kekeringan tidak berhenti pada distribusi air bersih. BWS Maluku memantau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait.
Pemantauan juga menyasar infrastruktur yang terdampak kekeringan, termasuk jaringan irigasi. Menurut Ruslan, langkah itu dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih di sejumlah wilayah Provinsi Maluku.
Ruslan menyebut distribusi air bersih di sejumlah wilayah Maluku dijalankan atas arahan dan perintah Dirjen SDA Kementerian PU. Arahan itu merujuk slogan Cari, Temukan, dan Eksekusi untuk mengatasi kekeringan di daerah.
Warga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Dirjen SDA Kementerian PU Arnold Ritiauw atas bantuan air bersih yang diberikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.