AMBON — Ribuan liter air bersih didistribusikan ke Desa Lahema, Kecamatan Wakate, dan Desa Keffin, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang terdampak kekeringan. Balai Wilayah Sungai Maluku mengerahkan speedboat untuk menjangkau wilayah 3T yang sulit diakses melalui jalur darat. Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku menyambut langkah cepat tersebut dengan apresiasi.
Distribusi Air ke Wilayah Sulit Dijangkau
Balai Wilayah Sungai Maluku menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa di Kabupaten Seram Bagian Timur dan wilayah lain yang mengalami krisis air. Desa Lahema di Kecamatan Wakate dan Desa Keffin menjadi dua lokasi yang disebutkan dalam pendistribusian tahap awal.
Akses darat yang terbatas mendorong petugas menggunakan speedboat melalui jalur laut untuk mengantar air hingga ke desa-desa yang termasuk kategori terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ribuan liter air dikirim langsung kepada masyarakat.
Apresiasi Pemuda LIRA Maluku
Ketua Pemuda LIRA Maluku, Salim Rumakefing, mengapresiasi gerak cepat Plt Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku, Ruslan Malik, dan jajarannya. Menurutnya, respons cepat itu penting karena banyak desa yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
"Langkah cepat ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga di wilayah terpencil yang sedang menghadapi krisis air bersih," ujar Salim.
Harapan Distribusi Merata Selama Kemarau
Salim menyatakan Pemuda LIRA Maluku akan terus mendukung berbagai langkah konkret yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Maluku dalam membantu masyarakat terdampak kekeringan.
Ia berharap pendistribusian air bersih dapat dilakukan secara merata selama kondisi kemarau berlangsung. Dengan begitu, kebutuhan dasar masyarakat di daerah terdampak tetap terpenuhi.