Dokter spesialis paru di Maluku, Reza Pahlevi Amahoru, harus menyeberangi perairan Ambon-Masohi setiap pekan untuk memastikan pengobatan pasien tuberkulosis (TBC) tidak terputus. Di tengah keterbatasan hanya 14 dokter spesialis paru untuk dua provinsi, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi pintu deteksi dini yang mendorong penemuan kasus TBC di Kota Ambon meningkat menjadi 2.212 kasus pada 2025.
AMBON — Rutinitas menyeberangi laut bukan halangan bagi Reza Pahlevi Amahoru untuk tetap melayani pasien tuberkulosis di Maluku. Tiga hari ia praktik di Masohi, tiga hari berikutnya di Ambon, bergantian mengikuti kebutuhan pasien di tengah tantangan geografis kepulauan yang sebagian besar berupa lautan.
Berkali-kali melintas membuat dokter kelahiran Maluku Tengah itu hafal dengan petugas loket pelabuhan. "Sekarang petugas loket pelabuhan mungkin sudah hafal dengan wajah saya karena terlalu sering menyeberang Ambon-Masohi," ujarnya sembari tersenyum.
Pasien Datang dengan Gejala Parah, Kepatuhan Berobat Jadi Masalah
Seorang pria paruh baya baru memeriksakan diri setelah mengalami batuk berdahak darah yang tak kunjung reda dan demam berkepanjangan. Berbekal surat rujukan dari puskesmas, ia datang saat gejala TBC sudah nyata, padahal tidak semua gangguan kesehatan menunjukkan tanda-tanda sejak awal.
Kondisi ini semakin rumit ketika pasien tersebut ternyata tidak menjalani pengobatan secara patuh. Setelah menjalani terapi, hasil pemeriksaan masih menunjukkan tanda-tanda infeksi sehingga Reza harus memastikan kemungkinan terjadinya resistensi obat, bukan sekadar mengulang resep.
Menurut Reza, masa pengobatan TBC yang umumnya berlangsung enam bulan kerap menjadi ujian terbesar. Batuk yang mereda dan tubuh yang mulai bertenaga sering disalahartikan pasien sebagai tanda kesembuhan, sehingga obat dihentikan sebelum waktunya.
Program CKG Perkuat Deteksi Dini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama
Di sinilah Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berperan. Melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama, warga bisa memantau kondisi tubuh lebih awal, termasuk mendeteksi risiko TBC sejak dini.
"Program cek kesehatan gratis maupun program pemeriksaan kesehatan lainnya sangat membantu dalam mendeteksi penyakit, termasuk tuberkulosis," kata Reza.
Upaya penjangkauan menunjukkan hasil signifikan. Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat penemuan kasus TBC mencapai 1.935 kasus pada 2023 dan meningkat menjadi 2.212 kasus pada 2025. Kecamatan Sirimau menjadi wilayah dengan penemuan kasus terbanyak, didominasi kelompok usia produktif 20–59 tahun.
Skrining Menyasar Lokasi Rawan Penularan
Penemuan kasus tidak hanya dilakukan di puskesmas. Petugas kesehatan juga menyasar lokasi dengan risiko penularan tinggi seperti lembaga pemasyarakatan, rumah tahanan, asrama, dan permukiman padat.
Di Lapas Kelas III Namlea, Kabupaten Buru, skrining TBC yang digelar pada Agustus 2026 diikuti 66 orang, terdiri atas pegawai dan warga binaan. Pemeriksaan tidak berhenti pada pengukuran tekanan darah atau kadar gula, tetapi juga menggali gejala TBC secara mendalam.
Resistensi Obat jadi Ancaman Jika Pengobatan Terputus
Reza menegaskan bahwa perjuangan melawan TBC tidak berhenti ketika