Pencarian

Rupiah Menguat 7 Poin ke Rp17.715 per Dolar AS, Analis Prediksi Bergerak di Kisaran Rp17.650-Rp17.800

Selasa, 01 September 2026 • 18:00:31 WIB
Rupiah Menguat 7 Poin ke Rp17.715 per Dolar AS, Analis Prediksi Bergerak di Kisaran Rp17.650-Rp17.800
Rupiah menguat 7 poin ke Rp17.715 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa pagi.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi, naik 7 poin atau 0,04 persen ke level Rp17.715 per dolar AS. Penguatan ini terjadi di tengah koreksi dolar AS yang dipicu kekhawatiran pasar terhadap rencana buyback obligasi jangka panjang pemerintah Amerika Serikat. Analis memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Selasa bergerak menguat tipis. Mata uang Garuda naik 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp17.715 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.722 per dolar AS.

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan, penguatan rupiah kali ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal, yakni terkoreksinya nilai tukar dolar AS di pasar global.

Koreksi Dolar AS Dipicu Rencana Buyback Obligasi Pemerintah

Koreksi dolar AS disebut-sebut terjadi karena pelaku pasar mulai khawatir terhadap rencana buyback obligasi jangka panjang yang akan dijalankan pemerintah AS.

Departemen Keuangan AS sebelumnya telah mengumumkan peningkatan ukuran buyback obligasi jangka panjang menjadi sedikitnya 4 miliar dolar AS per operasi. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 9 September 2026, naik dari level sebelumnya yang sebesar 2 miliar dolar AS.

"Rupiah diperkirakan dibuka datar dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS yang terkoreksi," ucap Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Investor Menunggu Rilis Data Inflasi dan Perdagangan Indonesia

Dari sisi domestik, pelaku pasar cenderung wait and see menjelang pengumuman data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan rilis siang ini.

Lukman memperkirakan data perdagangan akan kembali menunjukkan defisit sekitar 300 juta dolar AS. Defisit ini dipicu lonjakan impor yang diperkirakan naik 24 persen, seiring tingginya harga minyak mentah dunia.

Sementara itu, inflasi year on year (yoy) diproyeksikan naik dari 2,88 persen menjadi 3,13 persen. Angka ini masih berada dalam rentang target pemerintah, namun tetap menjadi perhatian pasar untuk mengukur arah kebijakan moneter ke depan.

Prediksi Pergerakan Rupiah Hari Ini

Berdasarkan kombinasi faktor eksternal dan sentimen domestik tersebut, Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.

Kisaran pergerakan diprediksi berada di level Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan Selasa.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks