Pencarian

Rupiah Menguat 87 Poin ke Rp 17.810 per Dolar AS, Cadangan Devisa Masih Jadi Penopang Utama

Senin, 10 Agustus 2026 • 12:36:31 WIB
Rupiah Menguat 87 Poin ke Rp 17.810 per Dolar AS, Cadangan Devisa Masih Jadi Penopang Utama
Rupiah menguat 87 poin ke level Rp 17.810 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin.

JAKARTA — Pergerakan rupiah kembali menunjukkan resistensi di tengah gejolak pasar keuangan global. Berdasarkan data penutupan perdagangan Senin, mata uang Garuda berhasil menguat signifikan setelah sebelumnya tertekan di kisaran Rp 17.897 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai penguatan ini bukan kebetulan. Posisi cadangan devisa (cadev) yang tercatat sebesar 145,3 miliar dolar AS pada akhir Juli 2026 menjadi bantalan utama bagi Bank Indonesia (BI) untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing.

"Rupiah masih mendapat dukungan dari kondisi cadangan devisa yang relatif kuat," ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Level Cadev Masih Memberi Ruang Intervensi BI

Meski turun tipis dari 145,6 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya, level cadev saat ini dinilai masih cukup untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Penurunan tersebut, menurut Amru, justru menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap rupiah tetap perlu diwaspadai meski penguatan terjadi.

Dari sisi global, sentimen positif datang dari indeks dolar AS yang berada di level 99,6—terendah sejak awal Juni. Data pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan spekulasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Data Inflasi AS Jadi Penentu Arah Rupiah ke Depan

Pasar dalam jangka pendek akan mencermati rilis data inflasi AS. Angka ini menjadi indikator kunci yang membentuk ekspektasi terhadap keputusan Federal Reserve pada pertemuan September 2026.

"Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi rupiah untuk menguat. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dapat kembali meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan mendorong penguatan dolar AS," ungkap Amru.

Proyeksi sementara, rupiah masih berpeluang menguat secara terbatas dengan kisaran pergerakan Rp 17.750 hingga Rp 17.900 per dolar AS. Jika inflasi AS nanti tercatat di bawah estimasi pasar, ruang apresiasi rupiah bisa semakin terbuka seiring melemahnya dolar di pasar global.

Follow kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ambon.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks