Mitra Stania Prima Raih PROPER Emas 2025, Timah Hijau Pakai Tungku Listrik

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:05:01 WIB
Fasilitas peleburan timah PT Mitra Stania Prima di Kawasan Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kabupaten Bangka.

MALUKU — PT Mitra Stania Prima meraih peringkat emas PROPER 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup berkat konversi tungku timah dari bahan bakar fosil ke listrik berbasis Renewable Energy Certificate PLN. Langkah itu menekan emisi sekaligus menjaga daya saing ingot timah perusahaan di pasar global London Metal Exchange. Perusahaan juga mengklaim program pemberdayaan warga di Bangka menaikkan pendapatan empat kelompok masyarakat hingga Rp1,9 juta per bulan.

Perusahaan tambang timah yang beroperasi di Kawasan Industri dan Pelabuhan Air Kantung, Kabupaten Bangka, itu mengubah dapur peleburannya dari tanur pantul berbahan bakar fosil menjadi tanur listrik. Konversi mencakup penggantian fuel burner berbasis bahan bakar fosil dengan sistem elektrik, serta optimalisasi overhead crane untuk mengurangi ketergantungan pada forklift berbahan bakar minyak.

Komisaris PT Mitra Stania Prima, Harwendro Adityo Dewanto, menyebut fasilitas pengolahan dan pemurnian perseroan terdiri dari dua tungku listrik yang memanfaatkan energi hijau dari Renewable Energy Certificate (REC) PLN dan green electricity furnace. Menurut dia, transformasi ini berdampak signifikan terhadap kinerja lingkungan dan efisiensi operasional perusahaan.

"Selain itu, perusahaan juga melakukan konversi teknologi dari tanur pantul menjadi tanur listrik, mengganti fuel burner berbasis bahan bakar fosil dengan sistem elektrik, serta mengoptimalkan penggunaan overhead crane untuk mengurangi ketergantungan pada forklift berbahan bakar," papar Harwendro.

Jejak Karbon Ditekan lewat Perdagangan Karbon

Sebagai langkah awal komitmen terhadap nilai ekonomi karbon, Mitra Stania Prima membeli 1.000 kg CO? ekuivalen melalui skema carbon trading yang terdaftar dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI). Perusahaan juga mengintegrasikan listrik REC dan bahan bakar biosolar B35 dalam strategi transisi energinya.

Sejumlah pencapaian keberlanjutan lain ditorehkan lewat program ecoinovasi refinery fuel burner to electricity. Produk ingot timah bermerek MSP sendiri telah terdaftar di London Metal Exchange (LME), salah satu indikator standar kualitas global yang menjadi rujukan pembeli timah internasional.

Limbah Kelapa Jadi Biochar, Pendapatan Warga Naik

Di sisi sosial, perusahaan menjalankan Program ARSARI yang mengolah limbah kelapa menjadi produk bernilai seperti biochar dan asap cair melalui teknologi retort berbasis pembakaran tertutup. Program berbasis ekonomi sirkular itu membentuk empat kelompok masyarakat dengan peningkatan pendapatan rata-rata Rp1,5 juta hingga Rp1,9 juta per bulan.

Dampak lingkungannya ikut terukur: emisi turun dari 115 ton menjadi 35 ton CO? ekuivalen, sekaligus mendukung rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 72 hektare. Ada pula Program TAMASYA yang menyasar pengembangan anak dan keluarga, mencakup pembinaan TPA, pelatihan pengasuh bersertifikasi, pemantauan tumbuh kembang anak, kelas parenting, serta kerja sama layanan kesehatan dengan puskesmas setempat.

Posisi di Industri Timah Nasional

Mitra Stania Prima merupakan unit bisnis di bawah ARSARI Tambang yang bergerak di sektor pertambangan, pengolahan, dan pemurnian bijih timah. Perusahaan beroperasi sebagai penambang timah di wilayah Mapur sejak 2013.

Peringkat emas PROPER 2025 menjadi penanda bahwa perusahaan mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam satu kerangka operasi. Bagi industri timah nasional, kombinasi sertifikasi LME dan pengakuan kinerja lingkungan seperti ini menjadi modal penting saat pembeli global semakin ketat menuntut jejak karbon yang terukur di sepanjang rantai pasok.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top