TERNATE — Kodam XV/Pattimura menerjunkan tambahan pasukan untuk membantu operasi pencarian dan evakuasi korban erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara. Pengerahan personel ini dilakukan guna memperkuat tim SAR gabungan yang sedang bekerja di tengah medan berat dan ancaman abu vulkanik yang masih berlangsung.
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Doddy Triwinarto menjelaskan bahwa operasi ini merupakan tindak lanjut atas instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Jajaran TNI AD diminta bergerak cepat menangani dampak erupsi, terutama dalam mengevakuasi para pendaki yang terjebak di kawasan puncak.
Rincian Korban: 3 Pendaki Meninggal Dunia dan 17 Selamat
Data sementara mencatat terdapat 20 pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono saat erupsi terjadi. Kelompok tersebut terdiri atas 11 warga negara Indonesia (WNI) dan sembilan warga negara asing (WNA).
Dari total tersebut, sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, yang terdiri dari 10 WNI dan tujuh WNA. Namun, tiga pendaki lainnya dinyatakan meninggal dunia, yakni satu orang WNI dan dua orang WNA.
“Kasad memerintahkan kami untuk mengerahkan seluruh potensi satuan jajaran Kodam XV/Pattimura dalam mendukung operasi kemanusiaan penanganan dampak erupsi Gunung Dukono,” ujar Mayjen TNI Doddy Triwinarto di Ternate, Minggu.
Komposisi Pasukan dan Tim SAR Gabungan di Lapangan
Untuk memperkuat operasi di lapangan, TNI AD mengirimkan personel dari berbagai satuan. Kekuatan tambahan ini mencakup satu pleton dari Kodim Tobelo, satu regu dari Koramil Galela, serta satu pleton dari Yonif 732.
Operasi kemanusiaan ini tidak dilakukan sendirian. Unsur TNI bekerja sama dengan satu regu Basarnas, satu pleton Brimob, serta satu pleton personel Polres Halmahera Utara. Dukungan juga datang dari sekitar 20 orang warga lokal yang membantu proses penyisiran di jalur pendakian.
Pangdam XV/Pattimura turun langsung ke lokasi untuk memimpin koordinasi lintas instansi antara TNI, Polri, BPBD, dan pemerintah daerah setempat. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian operasi evakuasi.
Instruksi Keselamatan dan Kondisi Terkini di Halmahera Utara
Mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono yang masih fluktuatif, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan penekanan khusus terkait faktor keselamatan bagi seluruh petugas di lapangan.
“Kasad menekankan agar seluruh personel tetap memperhatikan faktor keselamatan mengingat aktivitas vulkanik Gunung Dukono masih terjadi dan berpotensi membahayakan,” kata Pangdam menambahkan.
Hingga saat ini, aktivitas gunung api tersebut dilaporkan belum memicu pengungsian warga di pemukiman sekitar. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.
Terkait kondisi korban selamat, seluruh WNI telah dipulangkan ke pihak keluarga masing-masing. Sementara itu, para WNA yang selamat saat ini berada di Ternate untuk menunggu jadwal penerbangan menuju Jakarta guna pengurusan lebih lanjut.