AMBON — Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE resmi mengemban amanah baru sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengambil sumpah jabatan eks Direktur Bina Ketahanan Remaja tersebut di Jakarta.
Langkah strategis ini bertujuan memperkuat kesinambungan program pembangunan keluarga di wilayah kepulauan Maluku. Menteri Wihaji menegaskan bahwa setiap pejabat terpilih memikul tanggung jawab besar untuk melayani masyarakat dengan integritas tinggi.
“Saya berharap pelantikan ini bukan sekadar seremoni atau penempatan jabatan. Ini adalah soal tanggung jawab di mana pun kita ditempatkan, jalankan dengan hati yang ikhlas dan tulus,” ujar Menteri Wihaji dalam arahannya.
Wihaji: Akhiri Masa Transisi, Mulai Cara Kerja Baru
Transformasi status kelembagaan dari badan menjadi kementerian menuntut adaptasi kilat di tingkat provinsi. Wihaji menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera menanggalkan pola pikir lama dan bekerja lebih kolaboratif. Ia melarang unit kerja bergerak sendiri-sendiri tanpa sinkronisasi.
Menteri mengibaratkan Kemendukbangga sebagai sepeda yang hanya bisa melaju jika seluruh komponen berfungsi serempak. Kerja kolektif lintas sektor menjadi kunci utama menaklukkan tantangan geografis yang kompleks di Bumi Raja-Raja.
“Ke depan tidak ada lagi alasan masih berada dalam tahap transisi. Kita harus bergerak sebagai kementerian dengan cara kerja, gaya, dan paradigma baru,” tegas Wihaji.
Selain kolaborasi, Wihaji mewajibkan penguatan data sebagai fondasi kebijakan. Ia menekankan bahwa program yang efektif harus berpijak pada fakta lapangan yang akurat guna memastikan seluruh intervensi pemerintah tepat sasaran.
Akselerasi Penurunan Stunting di Maluku
Di bawah kepemimpinan dr. Mauliwaty Bulo sebelumnya, BKKBN Maluku gencar mengintervensi program percepatan penurunan stunting. Inisiatif lokal seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menjadi motor penggerak utama.
Mauliwaty juga aktif mengawal program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD. Perluasan jangkauan layanan keluarga berencana di wilayah terpencil menjadi capaian yang kini harus dilanjutkan oleh nakhoda baru.
Edi Setiawan kini memikul tanggung jawab untuk mengakselerasi capaian tersebut. Berbekal latar belakang di bidang ketahanan remaja, Edi diharapkan mampu membawa perspektif segar dalam membina generasi muda Maluku agar lebih terencana.
Daftar Pejabat Manajerial Kemendukbangga yang Dilantik
Selain pimpinan Maluku, Menteri Wihaji melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan direktur untuk mengisi pos strategis. Formasi baru ini dirancang untuk mempercepat realisasi program kerja kementerian di pusat maupun daerah.
Berikut adalah beberapa pejabat yang dilantik bersamaan dengan agenda tersebut:
- Wahyuniati, S.IP., MPH sebagai Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat.
- dr. Fabiola Tazrina Tazir, MAPS sebagai Direktur Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak.
- Dr. Faharuddin, SST., M.Si sebagai Direktur Kebijakan Strategi Bidang Penyerasian Kebijakan Pengendalian Kuantitas Penduduk.
- Dr. Faizal Fahmi, SKM., M.Kes sebagai Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk.
- dr. Fajar Firdawati, M.K.M sebagai Direktur Bina Akses Pelayanan Keluarga Berencana.
- Herman Melani, SH., MH sebagai Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.
- dr. Irma Ardiana, MAPS sebagai Direktur Bina Ketahanan Remaja.
- Rezky Murwanto, S.Kom., MPH sebagai Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi.
- Dr. Fatmawati, ST., M.Eng sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.
Melalui formasi ini, Kemendukbangga menargetkan akselerasi program di daerah berjalan lebih lincah. Publik menantikan langkah konkret Edi Setiawan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di provinsi berjuluk Seribu Pulau tersebut.