Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari satu persen pada awal perdagangan Senin (11/5/2026). Di tengah mayoritas sektor yang memerah, saham perusahaan kesehatan justru mencatatkan penguatan signifikan dan memimpin daftar top gainers.
JAKARTA — Laju IHSG melanjutkan pelemahan pada perdagangan saham awal pekan ini. Indeks dibuka di level 6.959,94 dan langsung terjun bebas ke zona merah. Dalam 30 menit pertama perdagangan, IHSG ambles 1,07% ke posisi 6.894.
Sebanyak 455 saham terpantau melemah, sementara hanya 184 saham yang mampu bertahan di zona hijau. Nilai transaksi harian tercatat Rp 5,7 triliun dengan volume perdagangan mencapai 12 miliar saham.
Sektor Kesehatan Terbang, Sektor Energi Terpangkas Habis
Dari 11 sektor indeks saham, hanya dua sektor yang mencatatkan penguatan. Sektor kesehatan memimpin dengan kenaikan fantastis 5,57%. Saham KAEF dan PEHA, misalnya, sama-sama melesat 23,12% dan masuk jajaran top gainers. Sektor infrastruktur menyusul dengan penguatan 1,38%.
Di sisi lain, tekanan jual paling dalam terjadi di sektor energi yang ambrol 2,36%. Sektor industri dan keuangan juga tertekan masing-masing 1,53% dan 1,37%. Sektor properti dan transportasi turun sekitar satu persen.
BMRI dan BRMS Terperosok, MEDS Justru Melesat 32%
Saham perbankan berkapitalisasi besar ikut terseret. Saham BMRI terpangkas 7,34% menjadi Rp 4.290 per saham. Nilai transaksi saham ini mencapai Rp 756,8 miliar, menjadikannya yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan nilai.
Saham BRMS juga merosot dua persen ke level Rp 735. Sementara itu, saham emiten tambang PTRO turun 2,18% menjadi Rp 4.940.
Namun, di tengah tekanan pasar, sejumlah saham lapis kedua justru mencatatkan kenaikan gila-gilaan. Saham MEDS melonjak 32,48%, disusul IKPM yang naik 29,66%, dan LABS yang menguat 24,22%.
Dolar AS Masih Perkasa di Rp 17.407
Pelemahan IHSG terjadi seiring posisi dolar Amerika Serikat yang masih bertengger di kisaran Rp 17.407. Indeks LQ45 juga ikut tertekan, tergelincir 1,4% ke level 666.
Adapun saham-saham yang paling aktif diperdagangkan berdasarkan frekuensi antara lain PADI (48.370 kali), MEDS (45.545 kali), dan BMRI (32.840 kali).
Apa yang Perlu Dicermati Investor Selanjutnya?
Tekanan jual masih mendominasi di awal sesi, namun sektor kesehatan yang defensif justru menjadi tempat pelarian modal. Investor disarankan mencermati pergerakan saham-saham berfundamental kuat yang mengalami koreksi dalam, seperti BMRI dan BRMS, sembari menunggu sentimen baru dari bursa Asia Pasifik yang masih bervariasi.