Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Biaya Impor dan Liburan ke Luar Negeri Dipastikan Membengkak

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:09:33 WIB
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Biaya Impor dan Liburan ke Luar Negeri Dipastikan Membengkak
Rupiah melemah ke posisi Rp17.503 per dolar AS, terlemah dalam beberapa pekan terakhir.

MALUKU — Berdasarkan data Bloomberg pukul 9.45 WIB, rupiah melemah 89 poin atau 0,52 persen ke level Rp17.503 per dolar AS. Posisi ini merupakan yang terlemah dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, rupiah dibuka di level Rp17.489 per dolar AS, sudah melemah 75 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Apa Dampaknya bagi Harga Barang dan Biaya Perjalanan?

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah berarti biaya hidup ikut tertekan. Barang-barang impor seperti gadget, kosmetik, hingga bahan baku makanan dan minuman kemasan dipastikan akan naik harga dalam waktu dekat. Pasalnya, importir harus membayar lebih mahal dalam rupiah untuk setiap dolar yang mereka belanjakan.

Selain itu, biaya perjalanan ke luar negeri (umrah, liburan, atau studi) juga membengkak. Setiap Rp17.500 yang dikeluarkan hanya setara dengan satu dolar AS, membuat biaya tiket pesawat, hotel, dan akomodasi di luar negeri menjadi lebih mahal.

Siapa yang Paling Terdampak?

Pelaku usaha di sektor manufaktur yang bergantung pada bahan baku impor menjadi pihak yang paling tertekan. Industri tekstil, elektronik, dan otomotif biasanya menanggung beban paling besar karena komponen impor masih mendominasi. Di sisi lain, eksportir komoditas seperti sawit dan batu bara justru diuntungkan karena pendapatan mereka dalam dolar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah.

Bagi investor, pelemahan rupiah juga menjadi sinyal negatif. Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menyebut pengumuman MSCI yang diperkirakan tidak memberikan kabar positif bagi IHSG ikut menekan sentimen. "Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah," ujar Lukman kepada media.

Kapan Rupiah Bisa Kembali Stabil?

Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlangsung dalam jangka pendek. Selain faktor eksternal seperti harga minyak dan tensi geopolitik, pasar juga menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini. Data tersebut bisa menjadi indikator seberapa kuat daya beli masyarakat di tengah tekanan nilai tukar.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Artinya, level Rp17.500 masih berpotensi diuji kembali jika tidak ada sentimen positif yang masuk.

Mengapa Harga Minyak dan Isu Iran Bisa Mempengaruhi Rupiah?

Harga minyak dunia yang tinggi membuat negara-negara importir minyak, termasuk Indonesia, harus mengeluarkan lebih banyak dolar AS untuk membeli energi. Hal ini meningkatkan permintaan terhadap dolar dan melemahkan rupiah. Sementara itu, meredupnya harapan perdamaian antara AS dan Iran membuat investor global cenderung menghindari aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Apa yang Harus Dilakukan Masyarakat?

Masyarakat disarankan untuk menunda pembelian barang impor yang tidak mendesak. Bagi yang memiliki rencana perjalanan ke luar negeri, sebaiknya membeli dolar AS secara bertahap untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut. Bagi investor, disarankan untuk mencermati saham-saham yang berorientasi ekspor karena berpotensi diuntungkan dalam situasi ini.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks