SAPARUA — Pemerintah Provinsi Maluku menggelar peringatan Hari Pattimura ke-209 di Lapangan Merdeka Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Upacara dipimpin langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang juga menjabat sebagai Upu Latu Maluku.
Lewerissa mengingatkan bahwa semangat Pattimura tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah. Ia menyebut perjuangan kini harus diarahkan pada tantangan konkret yang dihadapi masyarakat.
Melawan Kemiskinan dan Keterbelakangan Teknologi
"Hari ini kita tidak hanya berdiri di atas tanah para raja, tetapi di atas darah, keringat, dan air mata para pejuang. Semangat Pattimura harus terus menyala di dada setiap anak Maluku," ujar Lewerissa dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa perjuangan fisik melawan penjajahan sudah usai. Kini, anak-anak Maluku harus berhadapan dengan musuh baru: kemiskinan, ketimpangan pembangunan, dan ancaman terhadap persatuan bangsa.
Pattimura-Pattimura Muda yang Kuasai Teknologi
Lewerissa mengutip pesan Kapitan Pattimura bahwa "Pattimura tua boleh dihancurkan, tetapi Pattimura-Pattimura muda akan bangkit". Pesan itu, kata dia, harus diwujudkan dalam kerja nyata membangun daerah.
Kepada generasi muda, gubernur berpesan agar menjadi Pattimura-Pattimura muda masa kini dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mereka harus memiliki daya saing global, namun tetap menjaga nilai budaya, Pela Gandong, dan semangat Siwalima sebagai identitas masyarakat Maluku.
Tema Menuju Indonesia Emas 2045
Peringatan tahun ini mengusung tema "Teladani Perjuangan Pattimura, Wujudkan Maluku yang Gemilang Menuju Indonesia Emas 2045". Lewerissa mengajak seluruh masyarakat memperkuat persatuan, berinovasi, serta mengelola potensi sumber daya alam secara optimal demi kesejahteraan rakyat.
Menurutnya, Maluku harus tampil sebagai kekuatan pembangunan di kawasan timur Indonesia. Caranya dengan sumber daya manusia yang unggul, ekonomi kelautan dan perikanan yang kuat, serta persaudaraan yang kokoh.
Prosesi Obor Pattimura dan Peletakan Bunga
Dalam upacara tersebut, dilakukan prosesi penyerahan Obor Pattimura oleh Upulatu Maluku Tengah kepada Upulatu Maluku. Rangkaian acara dilanjutkan dengan peletakan bunga oleh Upulatu Maluku, Bupati Maluku Tengah, dan para ahli waris.
Peringatan Hari Pattimura ke-209 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengingatkan kembali semangat perjuangan di tengah tantangan pembangunan yang masih membayangi provinsi kepulauan ini.