Pencarian

Buaya 2,4 Meter yang Resahkan Nelayan di Maluku Tenggara Akhirnya Ditangkap Warga Sathean

Sabtu, 23 Mei 2026 • 20:11:01 WIB
Buaya 2,4 Meter yang Resahkan Nelayan di Maluku Tenggara Akhirnya Ditangkap Warga Sathean
Buaya sepanjang 2,4 meter yang meresahkan nelayan di Maluku Tenggara berhasil ditangkap warga Sathean.

LANGGUR — Proses penangkapan berlangsung dramatis di perairan laut Sathean. Dimulai pukul 06.23 WIT, warga yang sudah memantau pergerakan reptil itu sejak subuh bergerak cepat. Kurang dari 40 menit, tepat pukul 07.00 WIT, buaya tersebut berhasil dijinakkan dan dievakuasi ke daratan.

Nelayan Jadi Paling Terdampak

Ketua Seksi Pelayanan Ohoi Sathean, Sovia Lermatan, mengatakan kemunculan buaya di kawasan sungai hingga laut membuat aktivitas warga lumpuh. “Informasi mengenai keberadaan buaya itu juga sempat ramai diperbincangkan warga karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Para nelayan menjadi pihak yang paling dirugikan. Mereka enggan melaut karena lokasi penangkapan ikan kerap dilewati buasa tersebut. Beberapa warga bahkan melaporkan melihat buaya itu berenang di dekat perahu saat mereka hendak memasang jaring.

Mengapa Bantuan Lanal Tual Belum Berhasil?

Sebelum aksi warga, pihak desa telah meminta bantuan dari Lanal Tual. Tim dari TNI AL sempat turun melakukan langkah antisipatif, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil. “Kemarin dari pihak Lanal sudah turun melakukan upaya antisipatif, namun belum berhasil,” kata Lermatan.

Belum diketahui secara pasti apa yang membuat tim profesional gagal menangkap buaya tersebut. Namun, warga yang sudah terbiasa dengan karakteristik perairan setempat akhirnya mengambil alih inisiatif pada Sabtu pagi itu.

Penangkapan Mandiri yang Efektif

Keberhasilan warga menangkap buaya tanpa alat berat atau jaring khusus menunjukkan kearifan lokal yang masih kuat. Mereka memanfaatkan pengetahuan tentang kebiasaan buaya di perairan dangkal dan pasang surut laut Sathean.

Setelah ditangkap, buaya sepanjang 2,4 meter itu diamankan di lokasi yang belum diumumkan secara resmi. Belum ada keterangan apakah hewan tersebut akan direlokasi ke habitat yang lebih aman atau diserahkan ke pihak berwenang.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pemerintah Ohoi Sathean masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan nasib buaya tersebut. Warga berharap ada upaya pemindahan ke lokasi yang jauh dari pemukiman agar kejadian serupa tidak terulang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antara manusia dan satwa liar di pesisir Maluku Tenggara masih kerap terjadi, terutama saat musim tertentu ketika sumber makanan buaya di sungai mulai berkurang.

Bagikan
Sumber: porostimur.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks