LANGGUR — Pembinaan olahraga di Maluku Tenggara mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, meskipun tengah menghadapi masa efisiensi anggaran. Wakil Ketua DPRD Maluku Tenggara, Yohanes Bosco Rahawarin, menyatakan komitmen tersebut dalam pernyataan resmi baru-baru ini.
Keterbatasan PAD Jadi Kendala Utama
Rahawarin mengakui bahwa alokasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi pengembangan olahraga di wilayahnya masih sangat terbatas. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mencetak atlet berprestasi dari daerah.
“Pembinaan olahraga di Maluku Tenggara menjadi perhatian pemerintah daerah, sekalipun keterbatasan anggaran dalam masa efisiensi,” ujar Rahawarin.
Komitmen Tetap Jalan di Tengah Efisiensi
Meski anggaran terbatas, DPRD Maluku Tenggara memastikan pembinaan olahraga tidak akan berhenti. Pihaknya terus mendorong agar program-program pengembangan atlet tetap berjalan dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi pembinaan olahraga secara nasional yang dinilai perlu mendapat dukungan dari semua tingkatan pemerintahan. Pemerintah daerah diharapkan mampu mencari terobosan agar potensi atlet lokal tidak terhambat oleh persoalan fiskal.