JAKARTA — IHSG berhasil mempertahankan level psikologis di atas 5.900, membuka peluang untuk melanjutkan technical rebound. Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya, Senin (14/7), menyebutkan bahwa selama indeks mampu bertahan di atas area 5.900-5.882, target penguatan berikutnya berada di kisaran 5.948 hingga 6.000, bahkan berpotensi menembus 6.100-6.220.
Optimisme Saham AI dari Wall Street
Sentimen positif dari pasar global datang setelah saham SK Hynix ditutup melonjak 13 persen di atas harga IPO dalam debutnya di bursa Nasdaq, Amerika Serikat. Lonjakan ini memicu kembali minat investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan. Investor global mulai melakukan positioning menjelang musim laporan keuangan kuartal II-2026, dengan konsensus pasar memperkirakan laba emiten S&P 500 tumbuh sekitar 24 persen year on year, terutama ditopang oleh sektor teknologi dan AI.
Geopolitik Timur Tengah dan Harga Minyak
Di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian utama. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa AS bersedia melanjutkan pembicaraan dengan Iran meskipun gencatan senjata yang disepakati pada Juni 2026 telah berakhir. Namun, Liza menilai bahwa meredanya harga minyak membantu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap risiko inflasi akibat konflik di kawasan tersebut.
Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi AS bulan Juni 2026 yang akan menjadi petunjuk utama arah kebijakan moneter The Fed. Selain itu, Gubernur The Fed Kevin Warsh dijadwalkan memberikan kesaksian di hadapan House Committee on Financial Services, yang akan dicermati untuk memperoleh sinyal mengenai prospek suku bunga ke depan.
Restitusi Pajak Turun, Pemerintah Genjot Pembiayaan
Dari dalam negeri, realisasi restitusi pajak mencapai Rp171,2 triliun pada semester I-2026, turun 31,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terutama disebabkan oleh restitusi PPh Badan yang minus 40 persen dan PPN Dalam Negeri yang minus 29,7 persen. Sejumlah pengamat menilai perlambatan ini mengindikasikan adanya penundaan pencairan restitusi untuk menjaga arus kas pemerintah.
“Meskipun mendukung likuiditas fiskal dalam jangka pendek, kebijakan ini berpotensi menekan likuiditas dunia usaha dan meningkatkan kewajiban pembayaran pemerintah pada periode berikutnya apabila pencairan terus tertunda,” ujar Liza.
Pemerintah menaikkan outlook pembiayaan APBN 2026 menjadi Rp734,3 triliun dari target awal Rp689,1 triliun. Realisasi pembiayaan telah mencapai Rp452 triliun pada semester I-2026, atau 65,6 persen dari pagu awal. Kementerian Keuangan menjelaskan bahwa tingginya realisasi ini merupakan strategi front loading untuk mengantisipasi ketidakpastian pasar di awal tahun.
Bursa Asia dan Wall Street Variatif
Pada perdagangan Jumat pekan lalu, bursa Wall Street menguat dengan indeks S&P 500 naik 0,42 persen ke 7.575,39, Nasdaq Composite menguat 0,29 persen ke 26.281,61, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,29 persen ke 52.637,01. Sementara itu, bursa Asia pagi ini bergerak variatif: Nikkei melemah 1,47 persen, Shanghai melemah 0,83 persen, Hang Seng menguat 0,63 persen, dan Strait Times melemah 0,19 persen.